Tanggal 12 Maret menyimpan catatan panjang peristiwa-peristiwa yang mengubah jalan sejarah. Di Indonesia, hari ini erat kaitannya dengan awal sebuah rezim yang berkuasa puluhan tahun.
Pada 1967, Letnan Jenderal Soeharto resmi diangkat sebagai Pejabat Presiden RI oleh MPRS. Setahun kemudian, posisinya dikukuhkan menjadi presiden penuh. Dari sinilah kekuasaannya, yang dikenal dengan sebutan Orde Baru, benar-benar dimulai.
Dengan dukungan penuh militer dan mengendalikan parlemen lewat Golkar, Soeharto memegang kendali. Kekuasaannya bertahan lama, hampir 32 tahun. Namun begitu, akhirnya harus runtuh juga.
Gelombang demonstrasi besar yang dipelopori mahasiswa memaksa Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Tekanan rakyat sudah memuncak. Mereka menuding rezimnya otoriter, korup, dan melakukan banyak pelanggaran HAM.
"Sejumlah aktivis sempat diculik karena mengkritik kekuasaan Soeharto, dan sebagian di antaranya hingga kini tidak diketahui nasibnya."
Ada tuntutan kuat untuk mengadilinya. Sayangnya, upaya itu tak pernah terwujud. Soeharto meninggal pada 2008 dalam kondisi kesehatan yang buruk, tanpa pernah berhadapan dengan pengadilan.
Nah, jauh sebelum era Soeharto, dunia juga mencatat peristiwa penting di tanggal yang sama. Pada 12 Maret 1930, sosok Mahatma Gandhi memimpin aksi protes monumental: Pawai Garam.
Dia menggerakkan ribuan orang berjalan sejauh 200 mil. Tujuannya, menentang monopoli garam oleh pemerintah kolonial Inggris di India. Aksi tanpa kekerasan ini menjadi simbol perlawanan global. Gandhi, lewat cara-cara damainya, menginspirasi perjuangan hak asasi manusia di mana-mana.
Di sisi lain, dalam catatan kelam Perang Dunia II, 12 Maret 1942 menandai akhir dari Pertempuran Jawa. Pasukan Sekutu terpaksa menyerah kepada tentara Jepang, dengan penandatanganan kapitulasi terjadi di Bandung.
Kekalahan ini merupakan pukulan telak. Invasi Jepang ke Jawa yang dimulai akhir Februari akhirnya berhasil sepenuhnya, mengawali periode pendudukan yang pahit dalam sejarah Indonesia.
Jadi, dari Gandhi hingga Soeharto, dari Jawa hingga India, tanggal 12 Maret seperti menjadi cermin. Ia merefleksikan bab-bab tentang perlawanan, kekuasaan, dan titik balik yang menentukan nasib banyak orang.
Artikel Terkait
Muscab PPP Bone Sepakat Dukung Khairul Amran Pimpin Kembali Partai
Guru SMP di Indramayu Diduga Cabuli 22 Siswa, Pelaku Kabur Masuk DPO
Trump dan Melania Dievakuasi Darurat Usai Penembakan di Acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih
Basarnas Cari Perempuan 51 Tahun Hilang di Hutan Battang Barat Palopo