Senin kemarin, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas. Mereka menghentikan sementara perdagangan lima saham dan satu waran. Alasannya? Harga-harga aset itu dinilai melonjak secara tidak wajar.
Lima saham yang terkena dampak suspensi ini adalah Logindo Samudramakmur (LEAD), Ancara Logistics Indonesia (ALII), Soechi Lines (SOCI), Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM), serta Humpuss Maritim Internasional (HUMI). Tak cuma sahamnya, waran seri I HUMI (HUMI-W) juga ikut dihentikan perdagangannya.
"Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham LEAD, ALII, SOCI, BBRM, HUMI dan HUMI-W pada tanggal 5 Januari 2026,"
Begitu bunyi pengumuman resmi BEI yang dirilis hari itu. Langkah ini berlaku untuk Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Intinya, bursa ingin memberi ruang bagi investor. Mereka butuh waktu untuk berpikir jernih, mempertimbangkan ulang keputusan investasi pada saham-saham tersebut sebelum trading dilanjutkan.
Kalau kita lihat pergerakan hariannya, kenaikannya memang cukup tajam. Sebelumnya, di hari Jumat, LEAD sudah tercatat auto reject atas (ARA) setelah melonjak 33,77 persen ke level Rp206. Saham-saham lain juga tak kalah panas: ALII menguat 4,8 persen, SOCI naik 16,47 persen, BBRM naik 15,09 persen, dan HUMI melesat hampir 25 persen. Warannya, HUMI-W, bahkan terbang lebih tinggi lagi dengan kenaikan 31,76 persen.
Dalam rentang sepekan, tren kenaikan ini sudah terlihat. HUMI, misalnya, tercatat telah tumbuh hampir 39 persen. LEAD juga naik signifikan, sekitar 31 persen. Pergerakan seperti inilah yang akhirnya memicu keputusan BEI untuk turun tangan.
Artikel Terkait
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global