Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/6/2026), mulai dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk hingga PT Elnusa Tbk. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) bagi perusahaan terbuka.
Telkom Indonesia menjadwalkan RUPST pada pukul 14.00 WIB secara penuh melalui sistem elektronik, yakni fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSE) yang disediakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sementara itu, Elnusa yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) menggelar pertemuan pada jam yang sama di Graha Elnusa, Jalan TB Simatupang Kav 1 B, Jakarta.
Salah satu agenda yang paling dinanti dalam RUPST kali ini adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Telkom dan Elnusa selama ini rutin membagikan dividen yang pada akhirnya akan disetorkan ke kas Danantara.
Selain pembagian laba, perseroan juga akan mengumumkan perubahan susunan pengurus. Khusus bagi Telkom, pemegang saham akan dimintai persetujuan terkait rencana pembelian kembali saham atau share buyback senilai Rp4 triliun.
Berdasarkan catatan, selain TLKM dan ELSA, total terdapat 12 perusahaan tercatat yang menyelenggarakan RUPST pada hari yang sama. Emiten lainnya mencakup PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS).
Di sisi lain, dari 12 emiten tersebut, empat perusahaan juga menggelar Paparan Publik atau Public Expose setelah RUPST. Keempatnya adalah PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD), PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA), dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED).
Artikel Terkait
Harum Energy Kembali Tak Bagikan Dividen demi Fokus pada Transformasi ke Sektor Nikel
Tiga Proyek Panas Bumi PGE Masuk Green Book Bappenas, Buka Akses Pendanaan Internasional Hingga Rp7,7 Triliun
MMIX Genjot Pabrik Popok Tercepat di Indonesia, Targetkan Produksi 1,8 Miliar Unit per Tahun
Harga Minyak Dunia Kembali Tertekan, Brent dan WTI Anjlok Dua Hari Beruntun