Lebih dari satu bulan setelah gempa dahsyat mengguncang Venezuela, para ahli memperingatkan bahwa negara itu menghadapi risiko meningkatnya masalah lingkungan dan kesehatan jika upaya pemulihan tidak segera dilakukan. Salah satu pemicu utamanya adalah akses terhadap air bersih yang semakin sulit di wilayah terdampak.
Kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan kejadian diare, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih, sekaligus menciptakan kondisi bagi penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dan malaria. Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) telah mengidentifikasi 18 kelompok penyakit dan risiko kesehatan yang memerlukan pengawasan mendesak, termasuk penyakit pernapasan, diare, demam berdarah, malaria, dan campak.
Menurut para ahli, kepadatan penduduk di tempat pengungsian, terganggunya sistem air dan perawatan kesehatan, serta rendahnya tingkat vaksinasi menciptakan kondisi yang kondusif untuk terjadinya wabah. Sementara itu, para sukarelawan dan anggota tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban selamat di Caraballeda, negara bagian La Guaira, pada Kamis (30/7/2026).
Artikel Terkait
Kemarau, Puluhan Rumah di Sawangan Krisis Air Bersih
Maduro dan Istri Akan Diadili di AS pada Juni 2027
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, Ribuan Lain Terluka
Menlu Iran Tepis Klaim AS: Kami Bukan Venezuela, Sistem Kekuasaan Kami Berbeda