Lebih dari satu bulan setelah gempa dahsyat mengguncang Venezuela, para ahli memperingatkan bahwa negara itu menghadapi risiko meningkatnya masalah lingkungan dan kesehatan jika upaya pemulihan tidak segera dilakukan. Salah satu pemicu utamanya adalah akses terhadap air bersih yang semakin sulit di wilayah terdampak.
Kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan kejadian diare, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih, sekaligus menciptakan kondisi bagi penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dan malaria. Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) telah mengidentifikasi 18 kelompok penyakit dan risiko kesehatan yang memerlukan pengawasan mendesak, termasuk penyakit pernapasan, diare, demam berdarah, malaria, dan campak.
Menurut para ahli, kepadatan penduduk di tempat pengungsian, terganggunya sistem air dan perawatan kesehatan, serta rendahnya tingkat vaksinasi menciptakan kondisi yang kondusif untuk terjadinya wabah. Sementara itu, para sukarelawan dan anggota tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban selamat di Caraballeda, negara bagian La Guaira, pada Kamis (30/7/2026).
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Titik Air Bersih, Tegaskan Negara Hadir untuk Rakyat Terpencil
KSAD: 6.240 Jembatan dan Titik Air Dibangun, 4,5 Juta Warga Terbantu
Jawa Barat Distribusikan 8,7 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan
Krisis Air di Bogor Meluas, 140 Ribu Warga Terdampak Kekeringan