Bantuan Tiba di Bukit Tempurung
Pada Kamis pekan lalu, suasana di Desa Bukit Tempurung, Aceh Tamiang, sedikit berubah. Sebuah tim gabungan yang terdiri dari Rumah Sakit Islam Bogor, IPHI Kota Bogor, dan LSDI Guru Sudharmo Medan akhirnya tiba di lokasi. Kedatangan mereka dinanti, setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor di akhir November 2025 lalu menghantam desa itu begitu hebat.
Dampaknya? Sungguh parah. Ribuan rumah rusak, akses jalan putus total. Yang tersisa adalah krisis: air bersih langka, persediaan makanan menipis, listrik pun padam. Keadaan warga yang ditemui tim itu jelas memprihatinkan. Mereka kehilangan banyak hal, dan bantuan tak bisa ditunda lagi.
Menyikapi situasi itu, tim bergerak cepat. Mereka membangun hunian sementara berbentuk rumah panggung yang dirancang khusus tahan genangan. Musim hujan seperti sekarang ini memang mengkhawatirkan. Program ini sengaja digeber untuk meringankan beban warga, terlebih lagi bulan Ramadhan sudah di depan mata.
Di sebuah pertemuan sederhana, Ketua Yayasan RSIB, Dr. Dwi Sudharto, menyampaikan bantuan langsung di hadapan perwakilan warga dan Kepala Desa.
Bantuan yang dibawa tidak main-main. Tim mencatat daftar panjang barang yang disalurkan:
Artikel Terkait
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut
KPK Amankan Rp6 Miliar dalam OTT Perdana 2026, Libatkan Pejabat Pajak dan Tambang