Lihat saja orang-orang yang kini mengelilingi Prabowo, ambil contoh Teddy Indra Wijaya. Dari situ, wajar kalau kubu Jokowi termasuk sang mantan presiden sendiri mulai was-was dengan SBY. Padahal, SBY belum melakukan apa-apa pun, kekhawatiran itu sudah terasa. Apalagi nanti kalau dia benar-benar mulai bergerak. Pertarungan ini bakal sengit, penuh intrik, dan tidak sederhana.
Nah, soal calon pendamping. Kalau mengamati lingkaran dalam Prabowo sekarang, hampir bisa dipastikan AHY lebih diunggulkan ketimbang Gibran. Alasannya klasik: gagah, muda, penampilan rapi, dan dianggap pintar. Konon, setelah dilantik jadi wapres, Prabowo pernah mengingatkan Gibran untuk merapikan penampilannya yang dianggap agak ‘slengekan’. Makanya, wajar jika AHY justru sering dapat tugas khusus, bahkan sampai urusan ke luar negeri.
Di sisi lain, kasus ijazah Jokowi kembali mencuat. Saat dia menyebut ada “orang besar” di balik gugatan Roy Suryo dan kawan-kawan dan ini bukan kali pertama orang langsung menunjuk SBY atau Partai Demokrat. Ijazah Gibran pun ikut dipersoalkan dalam kasus yang sama. Roy Suryo Cs menyimpulkan Gibran tak punya ijazah SMA. Seolah, dengan menyudutkan Gibran, posisi AHY otomatis menguat.
Tanpa perlu disebut namanya, sebenarnya Demokrat sudah jadi tertuduh sejak awal dalam kasus ini. Peringatan dari relawan Jokowi seperti Silfester Matutina dan Ade Darmawan semakin mengeraskan anggapan itu. Meski sempat dibantah oleh Jokowi sendiri, bahkan oleh Kaesang Pangarep, rasanya seperti formalitas belaka. Arahnya sudah sulit dibelokkan. Ade Armando pun agak membenarkan narasi ini.
Harus diakui, memang ada dendam politik yang mengendap di pihak SBY terhadap pemerintahan Jokowi. Dulu, Demokrat hampir saja diambil alih oleh Moeldoko yang kala itu menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sepanjang drama itu, tak satu kata pun keluar dari mulut Jokowi untuk menghentikan upaya Moeldoko. SBY waktu itu benar-benar di tepi jurang.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Tahun Baru 2026: 155 Ribu Kendaraan Serbu Jakarta
Lebih dari 16 Ribu Korban Banjir Sumatera Pilih Uang Tunai Daripada Hunian Darurat
Bentrokan Berdarah Guncang Iran, Enam Tewas dalam Gelombang Kerusuhan Terbaru
Gen Z dan Ancaman Gelombang Protes yang Bisa Menggoyang Pemerintahan Baru