Dua Remaja Jogja Bacok Saat Duel Gladiator Syarat Keluar dari Geng Motor

- Minggu, 05 April 2026 | 02:45 WIB
Dua Remaja Jogja Bacok Saat Duel Gladiator Syarat Keluar dari Geng Motor

Jakarta - Dua remaja di Jogja harus berakhir di rumah sakit dengan luka bacok. Penyebabnya? Sebuah duel "ala gladiator" yang konon jadi syarat wajib untuk keluar dari sebuah geng motor bernama Vascal.

Peristiwa ini baru terungkap ke publik setelah polisi mendapat laporan pada Sabtu (4/4/2026). Dua pelajar, AP (18) dan RA (17), dilarikan ke RS Pratama karena luka-luka mereka. Dari penyelidikan, ternyata luka itu didapat dari sebuah bentrokan terencana antar kelompok.

Menurut Kapolsek Pakualaman, AKP Anton Prasetyo, motifnya cukup mencengangkan. "Dari keterangan AP, RA dan seorang saksi lain sebelumnya ikut dalam geng Vascal. Nah, ketika mereka berniat keluar, ternyata ada 'aturan' yang harus dipenuhi," jelas Anton.

Aturannya kejam: mereka tidak diizinkan keluar begitu saja sebelum melakukan fight atau gladiatoran alias duel.

Alhasil, kedua kelompok pun bersepakat bertemu di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Pakualaman. Lokasinya sepi, waktunya pun dipilih tengah malam buta, sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka datang sudah siap dengan senjata tajam.

"RA membawa dua celurit, sementara AP membawa satu celurit," ungkap Anton, merinci senjata yang digunakan dalam bentrokan itu. Tak lama setelah adu fisik dimulai, kedua remaja itu pun roboh terluka. Mereka kemudian dilarikan untuk dirawat, masing-masing di RSUD Wirosaban dan RS Pratama.

Penyelidikan polisi akhirnya membuahkan hasil. Satu orang telah ditahan sebagai tersangka. Dia adalah FI (20), warga Mergangsan, Jogja, yang diduga terlibat langsung dalam penganiayaan terhadap RA.

"Pelaku yang melakukan penganiayaan pada Saudara RA telah kita bawa ke Mako Polresta Jogja untuk dimintai keterangan lebih lanjut," lanjut Anton menegaskan.

Kasus ini kembali menyoroti praktik kekerasan dan ritual keluar yang absurd di kalangan geng motor. Sebuah cara yang berbahaya, dan nyata-nyata telah memakan korban.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar