Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga Sipil, Rusak Rumah Sakit di Tyre

- Senin, 06 April 2026 | 05:05 WIB
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Tiga Warga Sipil, Rusak Rumah Sakit di Tyre

Ledakan kembali mengguncang Lebanon. Kali ini, sasaran serangan udara Israel adalah sebuah apartemen di kawasan Ain Saadeh, wilayah perbukitan di timur Beirut. Tiga nyawa melayang dalam insiden itu.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi korban jiwa. "Serangan udara musuh Israel di perbukitan Ain Saadeh menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua wanita, dan melukai tiga lainnya," bunyi pernyataan resmi mereka, Senin lalu.

Namun begitu, Ain Saadeh bukan satu-satunya lokasi yang berduka. Sebelumnya, kota pesisir Tyre juga merasakan dampak keras konflik. Sebuah rumah sakit di sana tak luput dari serangan. Akibatnya, sebelas orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Meski bangunan fisiknya rusak, semangat untuk bertugas tak padam. Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia bersikeras bahwa layanan kesehatan harus terus berjalan.

Dia menegaskan, fasilitas itu akan "tetap buka untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan."

Kondisi di lokasi memang cukup parah. Menurut pengelola rumah sakit, serangan itu tak hanya merusak jendela dan membuat plafon ambruk di dalam gedung, tetapi juga menghancurkan dua bangunan di sekitarnya. Suasana mencekam sudah terasa di Tyre sejak Sabtu sebelumnya, ketika serangkaian serangan menghantam, termasuk di area pelabuhan yang merusak beberapa perahu.

Semua ini adalah bagian dari eskalasi yang lebih luas. Israel mulai melancarkan serangan udara dan bahkan invasi darat ke Lebanon selatan awal Maret lalu. Aksi ini merupakan respons terhadap keterlibatan Hizbullah dalam konflik regional, yang memihak Iran.

Gelombang pengungsian pun tak terhindarkan. Tyre, kota yang biasanya ramai, kini sebagian besar kosong. Diperkirakan puluhan ribu penduduk telah mengungsi, menyisakan sekitar 20.000 orang yang masih bertahan 15.000 di antaranya adalah pengungsi dari desa-desa sekitar. Peringatan evakuasi dari otoritas Israel memang mencakup hampir seluruh kota dan wilayah selatan Lebanon.

Di sisi lain, laporan dari media lokal National News Agency (NNA) menyoroti insiden lain yang tak kalah mencemaskan. Disebutkan bahwa pasukan Israel menculik seorang pria di Shebaa, daerah perbatasan di Lebanon timur. Kejadian itu berlangsung dini hari, sekitar pukul tiga pagi waktu setempat pada hari Sabtu.

Situasi di lapangan semakin rumit. Dan bagi warga yang masih bertahan, setiap hari adalah pergulatan antara rasa takut dan tekad untuk tetap hidup.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar