Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah

- Minggu, 05 April 2026 | 01:15 WIB
Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah

PALEMBANG Menjelang perayaan Jumat Agung dan Paskah, Polda Sumatera Selatan memastikan pengamanan ketat bagi umat Kristiani. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.671 personel gabungan disebar untuk menjaga ratusan gereja di seluruh provinsi. Tujuannya jelas: menciptakan situasi yang kondusif agar ibadah bisa berjalan dengan lancar dan khidmat di Bumi Sriwijaya ini.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, jumlah personel itu terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI. Mereka bertugas mengawal 404 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

“Strategi penguatan ini merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Ibadah Paskah 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah mendatang,” kata Nandang, Sabtu (4/4/2026).

Penjagaan difokuskan di sejumlah titik. Di Kota Palembang sendiri, 510 personel akan berjaga di 64 gereja. Sementara di Kabupaten Banyuasin, ada 171 personel yang mengamankan 47 titik ibadah.

Wilayah lain juga tak luput dari perhatian. Ogan Komering Ilir (OKI) dijaga oleh 122 personel untuk 41 gereja. Sedangkan di Muara Enim, pengamanan dipercayakan kepada 230 personel yang mengawasi 27 lokasi.

Namun begitu, pengamanan tak cuma soal jumlah personel. Sebelum ibadah dimulai, Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Sat Brimob sudah lebih dulu melakukan sterilisasi menyeluruh di setiap gereja. Ini langkah pencegahan standar untuk memastikan tak ada benda mencurigakan atau berbahaya yang mengganggu.

Yang menarik, pendekatan yang dipilih aparat cenderung humanis dan persuasif. Mereka ingin jemaat merasa aman, tapi juga nyaman. Personel lapangan dikenakan rompi hijau agar mudah diidentifikasi siapa pun yang butuh bantuan. Aturan ketat juga diterapkan: petugas dilarang menggunakan senjata api tanpa perintah khusus. Semua demi menjaga kekhidmatan ibadah dan menghindari kesan yang menakutkan.

Di sisi lain, tugas polisi tak berhenti di pengawalan. Mereka juga turun tangan mengatur arus lalu lintas di sekitar gereja untuk antisipasi kemacetan. Tim medis dari Dokkes Polri pun disiagakan, siap memberi pertolongan pertama jika ada jemaat yang mengalami masalah kesehatan mendadak.

Melalui sinergi lintas sektoral dan pendekatan yang melayani ini, Polda Sumsel bertekad merawat toleransi dan menjaga predikat Sumsel sebagai wilayah zero conflict. Kehadiran Polri di setiap gerbang gereja menjadi bukti nyata bahwa negara senantiasa hadir untuk mendampingi masyarakat, memastikan kedamaian dan kerukunan umat beragama tetap terjaga di Bumi Sriwijaya.

Komitmen itu diucapkan langsung oleh Nandang. Intinya, semua upaya digelar demi satu hal: stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama benar-benar terjaga selama momen suci ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar