Pemerintah Bangun Peternakan Sapi Perah Terpadu di Brebes untuk Percepat Swasembada Susu

- Selasa, 21 Juli 2026 | 19:00 WIB
Pemerintah Bangun Peternakan Sapi Perah Terpadu di Brebes untuk Percepat Swasembada Susu

Pemerintah memulai langkah konkret mempercepat swasembada susu nasional dengan membangun peternakan sapi perah terpadu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek PT Global Dairi Bersama (GDB) ini ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 18 persen dari produksi susu segar nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan kawasan peternakan modern di atas lahan 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah itu merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani-peternak. "Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen. Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor," kata Amran saat peletakan batu pertama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).

Menurut Amran, susu merupakan komoditas strategis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penopang utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi dan implementasi program tersebut. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton. Namun, pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional.

"Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama," tegasnya.

Pemerintah akan membangun ekosistem industri persusuan nasional secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, layanan kesehatan hewan, penerapan teknologi, pengolahan hasil, hingga kepastian pasar bagi peternak. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, petani, peternak, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan menjadi kunci percepatan swasembada susu.

Kemitraan dengan Petani Lokal

CEO Savoria Group yang menaungi PT GDB, Ihsan Mulia Putri, mengatakan proyek ini dirancang tidak hanya meningkatkan produksi susu, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekitar 5.000 petani lokal akan menjadi mitra penyedia hijauan pakan ternak dan jagung pipil, sementara 8.000 peternak rakyat mendapat kesempatan bermitra dalam pengembangan sapi perah maupun usaha penggemukan ternak.

"Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri, kompetitif, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif di wilayah pedesaan," ujarnya.

Dengan kapasitas 30 ribu ekor sapi perah dan target produksi 180 ribu ton susu segar per tahun, peternakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat produksi susu segar di Jawa Tengah sekaligus memperkuat pasokan susu nasional.

Pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat swasembada susu nasional. Melalui penguatan produksi, investasi, serta kemitraan yang melibatkan ribuan petani dan peternak, pemerintah menargetkan kebutuhan susu masyarakat Indonesia semakin dipenuhi dari produksi dalam negeri sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di kawasan pedesaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags