Niramas Utama Genjot Inovasi Produk, Incar Peluang dari Tren Korean Wave

- Selasa, 21 Juli 2026 | 19:00 WIB
Niramas Utama Genjot Inovasi Produk, Incar Peluang dari Tren Korean Wave

PT Niramas Utama Tbk (JELI) terus mengakselerasi ekspansi bisnis dengan memperkuat portofolio produk di tengah perubahan preferensi konsumen. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan menangkap peluang pertumbuhan di industri makanan dan minuman.

Direktur Niramas Utama, Adhi S. Lukman, mengatakan perusahaan secara konsisten menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk mengikuti tren konsumsi global. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya minat terhadap cita rasa dari Korea Selatan.

“Preferensi konsumen terus berkembang, termasuk meningkatnya ketertarikan terhadap berbagai cita rasa dari mancanegara, khususnya Korea Selatan. Melalui konsep INACO Goes to Korea, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh. Mogo Choco merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk memberikan pengalaman menikmati dessert dengan kombinasi rasa yang unik, menggunakan bahan baku berkualitas, serta tetap mempertahankan karakter produk INACO,” ujar Adhi.

Perseroan menilai gelombang Korean Wave yang kini merambah ke pola konsumsi makanan dan minuman membuka peluang pasar baru. Peluncuran inovasi terbaru dilakukan bersamaan dengan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Ajang itu dimanfaatkan untuk memperkuat interaksi dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk sebagai bagian dari strategi perluasan jangkauan pasar.

Niramas Utama menyatakan pengembangan produk merupakan komitmen jangka panjang dalam memperkuat portofolio bisnis. Selama lebih dari tiga dekade, perseroan mengembangkan berbagai kategori, mulai dari nata de coco, jelly, pudding, minuman, hingga dessert dengan mengedepankan kualitas dan keamanan pangan.

Melalui inovasi berkelanjutan, JELI berharap dapat memperkuat posisi di industri makanan dan minuman serta menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika pasar. Kinerja keuangan perseroan pun menunjukkan perbaikan signifikan. Laba bersih JELI pada 2025 mencapai sekitar Rp39,02 miliar, naik lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp12,91 miliar. Pencapaian ini didorong oleh efisiensi biaya, terutama penurunan beban pokok penjualan sebesar 12,58 persen menjadi Rp462,27 miliar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags