Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua perusahaan baru pada hari ini, Selasa (7/7/2026). PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) secara resmi mencatatkan sahamnya setelah menyelesaikan distribusi kepada investor pada hari sebelumnya.
Kedua emiten tersebut menjadi perusahaan ke-2 dan ke-3 yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2026. JELI, yang dikenal dengan merek INACO, akan masuk dalam papan pengembangan, sementara JECX pengelola Jakarta Eye Center (JEC) Hospital & Clinic berada di papan utama.
JELI bergerak di sektor barang konsumen primer dengan subindustri makanan olahan. Perusahaan ini menerbitkan 266 juta saham ke publik, atau setara dengan 21,01 persen dari total saham yang akan dicatatkan. Dengan harga final IPO Rp900 per saham, JELI mengantongi dana segar Rp239,4 miliar dan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,14 triliun.
Dana hasil IPO akan digunakan JELI untuk berbagai keperluan: 4,23 persen untuk biaya emisi, 22,36 persen untuk modal kerja termasuk pengadaan bahan baku, 10,04 persen untuk pembelian dan pemasangan mesin produksi, 56,70 persen untuk setoran modal ke anak usaha, serta 10,09 persen untuk melunasi utang jangka pendek.
Sementara itu, JECX yang bergerak di sektor kesehatan dengan subindustri penyedia jasa kesehatan menjual sekitar 2,76 miliar saham baru, atau 15 persen dari total saham, dengan harga final Rp1.250 per saham. Dari aksi korporasi ini, perseroan meraup dana IPO Rp609,98 miliar dan valuasi pasar mencapai Rp4,07 triliun.
JECX mengalokasikan dana IPO setelah dipotong 1,25 persen biaya emisi sebesar 46,72 persen untuk mendukung modal kerja, 30,33 persen untuk suntikan modal ke anak usaha dalam rangka melunasi utang, serta 22,95 persen untuk membayar utang perseroan ke BCA dan HSBC.
Artikel Terkait
Dua Emiten Baru Melantai di BEI, Produsen Inaco dan RS Mata JEC
BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN untuk Dongkrak Likuiditas Pasar Sekunder
BEI Revisi Aturan Papan Pemantauan Khusus, Pengamat: Langkah Perkuat Transparansi Pasar
Indofarma Beberkan Progres Pemulihan Keuangan di Tengah Ancaman Delisting