Presiden Prancis Emmanuel Macron angkat bicara membela Kylian Mbappe setelah penyerang Timnas Prancis itu menjadi sasaran hinaan rasis dari seorang senator Paraguay. Macron menegaskan bahwa Prancis akan merespons serangan tersebut dengan nilai-nilai martabat, rasa hormat, dan persaudaraan.
"Satu gol lagi untuk Kylian Mbappé. Kali ini melawan rasisme. Dukungan penuh dari saya. Ketika kata-kata menodai, nilai-nilai kita akan merespons: martabat, rasa hormat, persaudaraan," tulis Macron di media sosial, menandai akun Mbappe, Selasa (7/7/2026).
Hinaan itu dilontarkan Senator Celeste Amarilla setelah Prancis menyingkirkan Paraguay dari Piala Dunia 2026. Dalam unggahannya, Amarilla menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis, pahit, kaya baru, arogan, dan jelek". Ia juga menuduh Mbappe "ketakutan setengah mati" selama pertandingan.
Pernyataan Amarilla memicu kemarahan di Prancis. Menteri Olahraga Marina Ferrari menyebutnya sebagai "menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi".
Mbappe, yang ayahnya berasal dari Kamerun, mencetak gol tunggal kemenangan Prancis melalui penalti di babak kedua. Gol itu membawa Les Bleus melaju ke perempat final melawan Maroko, Kamis (9/7).
Menanggapi hinaan tersebut, Mbappe menyebut sang senator "tercela" dan "tidak layak menduduki jabatannya".
Artikel Terkait
Pemerintah Paraguay Kecam Senator yang Hina Mbappe Secara Rasis
Mbappe Kecam Senator Paraguay yang Lontarkan Pernyataan Rasis
AI Prediksi Mbappe dan Messi Bersaing Ketat Perebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Mbappe Puncaki Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Bawa Prancis ke Perempat Final