Pemerintah Paraguay Kecam Senator yang Hina Mbappe Secara Rasis

- Selasa, 07 Juli 2026 | 07:20 WIB
Pemerintah Paraguay Kecam Senator yang Hina Mbappe Secara Rasis

Pemerintah Paraguay secara resmi mengecam pernyataan rasis Senator Celeste Amarilla yang menyerang penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Paraguay menegaskan bahwa ucapan Amarilla bertentangan dengan nilai-nilai penghormatan terhadap martabat manusia yang dijunjung negara.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Senator Celeste Amarilla, yang ditujukan kepada kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menginspirasi hidup berdampingan secara damai dan penghormatan terhadap martabat manusia, yang dipromosikan oleh negara kita," demikian bunyi pernyataan Kemlu Paraguay, Selasa (7/7/2026).

Kemlu menegaskan bahwa pernyataan Amarilla sama sekali tidak mewakili posisi pemerintah maupun rakyat Paraguay. Pemerintah, kata mereka, menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai.

"Pernyataan-pernyataan tersebut sama sekali tidak mewakili posisi pemerintah Republik Paraguay atau rakyat Paraguay," tambah pernyataan itu.

Komentar Amarilla juga menuai kecaman luas di Prancis. Mbappe menyebut senator tersebut "tercela" dan "tidak layak menduduki jabatannya" setelah ia melontarkan hinaan rasis di media sosial. Serangan itu muncul setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia antara Prancis dan Paraguay pada akhir pekan lalu, yang dimenangkan Prancis 1-0 di Philadelphia, Sabtu (4/7).

"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda," tulis Mbappe di X. "Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi. Karena kurangnya kesadaran dan rasisme Anda yang tak terkendali, seluruh dunia telah melupakan perjalanan tim Anda dan upaya bersejarah di Piala Dunia ini."

Amarilla dalam unggahannya menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis, pahit, kaya baru, arogan, dan jelek", serta menuduhnya "ketakutan setengah mati" selama pertandingan.

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menggambarkan komentar tersebut sebagai "menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi". Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk serangan rasis itu. "Presiden Republik berdiri bersama Kylian Mbappe dan tim Prancis dalam menghadapi serangan rasis yang ditujukan kepada kapten Bleus," kata Istana Elysee.

Presiden Paraguay telah mengirim surat kepada Presiden Prancis untuk mengutuk pernyataan tersebut, demikian pula Kementerian Luar Negeri Paraguay, tambah Elysee. Mbappe, yang ayahnya berasal dari Kamerun, mencetak gol tunggal melalui penalti di babak kedua, membawa Prancis melaju ke perempat final melawan Maroko.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags