Suasana haru menyelimuti Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4) lalu. Di VIP Lounge Terminal 3, tiga peti jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon disemayamkan. Tangis keluarga pecah kala peti-peti itu disejajarkan. Beberapa bahkan memeluknya, tak rela melepas kepergian putra-putra terbaik mereka.
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi pelepasan itu. Ia terlihat berbincang dan menyalami para keluarga, memberikan penghormatan terakhir kepada setiap prajurit yang gugur. Para anggota keluarga kemudian ditenangkan oleh rekan-rekan sejawat dan dipersilakan duduk di depan peti jenazah masing-masing.
Usai prosesi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan duka citanya yang mendalam. “Tapi yang untuk tiga orang ini kami sangat kehilangan,” ujarnya, suaranya berat.
“Beliau-beliau ini adalah putra-putra terbaik kami yang memang kami pilih dulu untuk berangkat penugasan peacekeeping.”
Maruli berusaha menenangkan. Ia menegaskan bahwa setiap prajurit yang bertugas telah dibekali dengan standar prosedur operasional (SOP) keselamatan yang ketat untuk berbagai kondisi. “Sebetulnya itu udah SOP-nya dalam penugasan ya,” jelasnya. “Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya.”
Namun begitu, ia mengakui bahwa risiko di lapangan tak pernah bisa dihilangkan sepenuhnya. Pesannya kepada keluarga yang ditinggalkan sederhana: jangan risau berlebihan.
“Ya, nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apapun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” tambah Maruli.
Ketiga prajurit yang gugur itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Jenazah mereka kemudian diterbangkan ke kota asal untuk dimakamkan dengan penghormatan militer penuh.
Zulmi Aditya Iskandar akan beristirahat di TMP Cikutra, Bandung. Muhammad Nur Ikhwan di TMP Giri Dharmolyo II, Magelang. Sementara Farizal Rhomadhon akan dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.
Mereka pergi dalam tugas mulia, sebagai bagian dari pasukan UNIFIL. Kini, bangsa ini kehilangan tiga putra terbaiknya.
Artikel Terkait
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas, Petugas Terkendala Cuaca Panas dan Minim Air
Remaja 19 Tahun di Makassar Ditangkap Usai Mengamuk di TKP Pembunuhan Siswi SD
BPIP Bantah Diskriminasi dalam Seleksi Paskibraka Nasional, Tegaskan Proses Berjalan Profesional
Polres Jakarta Pusat Amankan Tiga Tersangka dan 1.802 Butir Obat Keras Ilegal di Tanah Abang