Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca

- Minggu, 05 April 2026 | 01:00 WIB
Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca

Kejutan besar terjadi di La Liga Sabtu malam kemarin. Real Madrid, tim papan atas yang sedang berburu gelar, tumbang di markas Mallorca dengan skor 2-1. Gol penentu justru datang di detik-detik paling dramatis, saat peluit akhir pertandingan hampir saja dibunyikan.

Pertandingan pekan ke-30 itu benar-benar berjalan alot. Mallorca, didukung penuh suporter kandang, tampil nekat sejak awal. Mereka menekan tanpa henti, memanfaatkan celah di lini belakang Madrid yang terlihat goyah. Tekanan itu akhirnya berbuah manis menjelang turun minum.

Di menit ke-41, Manu Morlanes berhasil merobak gawang Los Blancos. Upan matang dari Pablo Maffeo diselesaikannya dengan sempurna, membawa keunggulan 1-0 yang bertahan hingga jeda.

Madrid Berusaha Bangkit

Memasuki babak kedua, wajah permainan berubah. Carlo Ancelotti pasti memberi wejangan keras di ruang ganti. Madrid bangkit, mendominasi penguasaan bola dan mulai melancarkan serangan demi serangan. Namun begitu, upaya mereka kerap mentah di depan kotak penalti Mallorca yang bertahan mati-matian.

Nyaris saja pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah. Tapi Madrid punya nyawa panjang. Di menit ke-88, dari sebuah situasi bola mati, Éder Militão muncul. Kepalanya yang keras menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Stadion sempat hening sejenak, sementara para pemain Madrid berhamburan merayakannya. Momentum sepenuhnya ada di tangan mereka.

Drama di Detik Penentu

Tapi sepak bola memang tak pernah bisa ditebak. Saat semua orang mengira laga akan berakhir imbang, Mallorca menyiapkan kejutan paling pahit untuk sang raksasa.

Hanya berselang tiga menit setelah gol Militão, tepatnya di menit 90 1, Vedat Muriqi menjadi pahlawan. Ia menuntaskan sebuah peluang dengan dingin, melepaskan gelegar di seluruh stadion. Gawang Madrid bobol untuk kedua kalinya.

Kali ini, tidak ada waktu lagi untuk membalas. Gol itu sekaligus menjadi pukulan pamungkas yang memastikan kemenangan dramatis 2-1 untuk Mallorca.

Suasana Memanas dan Rotasi Gagal

Laga ini berjalan keras. Wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam ketegangan, dengan pelanggaran keras datang dari kedua sisi. Ancelotti mencoba menyuntikkan energi baru dengan memasukkan Vinícius Júnior dan Arda Güler di babak kedua. Sayangnya, rotasi itu tak membawa perubahan berarti pada skor akhir. Mallorca terlalu solid dan disiplin di menit-menit penutupan.

Pukulan Telak bagi El Real

Kekalahan ini, jujur saja, adalah pukulan telak bagi Madrid. Di tengah persaingan ketat di puncak klasemen, kehilangan tiga poin dari laga seperti ini terasa sangat menyakitkan. Posisi mereka kini jadi tak terlalu nyaman, mengingat rival-rival terdekat bisa memanfaatkan momen ini.

Sebaliknya, bagi Mallorca, tiga poin ini adalah harta karun. Bukan cuma angka, tapi juga suntikan mental yang luar biasa untuk menjauhi jerat degradasi. Semangat juang mereka malam itu layak diacungi jempol.

Pada akhirnya, malam ini adalah pengingat keras. Di LaLiga, tidak ada yang namanya laga mudah. Setiap tim bisa jatuh di hari yang salah. Madrid jelas harus segera berbenah. Sedangkan Mallorca, mereka boleh bermimpi lebih tinggi setelah menaklukkan salah satu raksasa Eropa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar