Udara di rumah duka di Cikendal, Cimahi, Sabtu (4/4) malam, terasa berat. Di sanalah jenazah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar disemayamkan. Prajurit Grup 2 Kopassus ini gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Rencananya, Minggu (5/4) pagi, dia akan dimakamkan dengan upacara militer penuh kehormatan.
Yang menarik, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sendiri akan memimpin upacara itu. "Tentu besok dilaksanakan upacara pemakaman secara militer dengan penuh kehormatan," kata Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Heri Ismoyo, di lokasi. "Berdasarkan informasi terakhir irup nanti Panglima TNI."
Penghormatan tertinggi ini bukan tanpa alasan. Heri menegaskan, prosesi ini adalah momentum terakhir untuk menghargai dedikasi dan pengorbanan almarhum. Sebuah pengakuan atas jasanya menjaga perdamaian dunia, jauh dari tanah air.
Perjalanan terakhir Mayor Zulmi pun telah melalui serangkaian prosesi khidmat. Jenazahnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah upacara penerimaan di sana, dibawa terbang ke Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Kemudian, ambulans militer membawanya ke rumah duka di Cimahi, tiba sekitar pukul 21.15 WIB.
"Sudah dilaksanakan upacara penerimaan jenazah kemudian diterbangkan ke Husein dan dilanjutkan ke rumah duka," jelas Heri. "Di rumah duka keluarga melaksanakan shalat jenazah sampai besok bagi dibawa ke TMP."
Keluarga tak tinggal diam. Mereka menjemput langsung jenazah sang prajurit di Jakarta sebelum penerbangan ke Bandung. Malam itu, di rumah duka, doa dan duka campur jadi satu.
Kini, semua mata tertuju pada prosesi pamungkas di Taman Makam Pahlawan. Dengan Panglima TNI sebagai inspektur upacara, pengabdian Mayor Zulmi akan ditutup dengan penghormatan selayaknya seorang pahlawan.
Artikel Terkait
Kondisi Anggota DPR Gus Hilman Berangsur Membaik, Dijadwalkan Jalani Operasi Panggul
Gunung Bromo Ditutup Total 30 Mei–2 Juni 2026 untuk Ritual Yadnya Kasada
Malaysia Akan Bawa Israel ke Mahkamah Internasional atas Dugaan Penculikan dan Penyiksaan Aktivis Flotila Gaza
KPK Periksa Tiga Pegawai Bea Cukai Semarang Usai Sita Kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas