Suasana malam di Padukuhan Ledok, Kulon Progo, Sabtu (4/4) itu, pecah oleh isak tangis. Jenazah Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon akhirnya tiba di rumah duka keluarganya, setelah perjalanan panjang dari Lebanon. Ia gugur dalam misi perdamaian PBB, UNIFIL. Keluarga yang sudah menunggu dengan hati remuk, tak sanggup lagi menahan duka.
Menurut pantauan di lokasi, peti jenazah sampai sekitar pukul 22.43 WIB. Rencananya sih, prosesi ini memang molor hampir satu jam dari perkiraan. Sebelumnya, pesawat yang membawa almarhum mendarat di Lanud Adisutjipto sekitar pukul 21.20 WIB. Farizal tidak sendiri; ia diterbangkan bersama rekan seperjuangannya, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan.
Sang istri dan orang tua Farizal benar-benar hancur. Mereka histeris, tangisnya memilukan. Begitu jenazah turun, kaki mereka seperti tak bertulang. Harus dipapahi untuk bisa berjalan beberapa langkah saja.
Di dalam rumah, suasanya semakin mencekam. Istri dan kakak almarhum duduk lemas di samping peti jenazah yang disemayamkan di ruang tengah. Air mata mereka tak henti mengalir, menyapu wajah yang lesu oleh kesedihan yang tak terperi.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik
Kopassus Berduka, Mayor Zulmi Gugur dalam Tugas Dikenang sebagai Teladan
Polres Metro Tangerang Kota Bekuk Dua Pelaku dan Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal
Pasukan Israel Hancurkan 17 Kamera Pengawasan PBB di Lebanon Selatan