Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL

- Minggu, 05 April 2026 | 00:30 WIB
Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Tiba di Kulon Progo Usai Gugur dalam Misi UNIFIL

Suasana malam di Padukuhan Ledok, Kulon Progo, Sabtu (4/4) itu, pecah oleh isak tangis. Jenazah Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon akhirnya tiba di rumah duka keluarganya, setelah perjalanan panjang dari Lebanon. Ia gugur dalam misi perdamaian PBB, UNIFIL. Keluarga yang sudah menunggu dengan hati remuk, tak sanggup lagi menahan duka.

Menurut pantauan di lokasi, peti jenazah sampai sekitar pukul 22.43 WIB. Rencananya sih, prosesi ini memang molor hampir satu jam dari perkiraan. Sebelumnya, pesawat yang membawa almarhum mendarat di Lanud Adisutjipto sekitar pukul 21.20 WIB. Farizal tidak sendiri; ia diterbangkan bersama rekan seperjuangannya, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan.

Sang istri dan orang tua Farizal benar-benar hancur. Mereka histeris, tangisnya memilukan. Begitu jenazah turun, kaki mereka seperti tak bertulang. Harus dipapahi untuk bisa berjalan beberapa langkah saja.

Di dalam rumah, suasanya semakin mencekam. Istri dan kakak almarhum duduk lemas di samping peti jenazah yang disemayamkan di ruang tengah. Air mata mereka tak henti mengalir, menyapu wajah yang lesu oleh kesedihan yang tak terperi.

Sebenarnya, sebelum jenazah tiba, warga sekitar sudah menunjukkan solidaritasnya. Puluhan orang memadati halaman dan teras rumah untuk menggelar doa serta tahlilan. Ada yang duduk di kursi, tak sedikit pula yang lesehan. Kehadiran sejumlah anggota TNI yang berjaga menambah kesan khidmat di lokasi duka itu.

Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, turut hadir. Ia mencoba menjelaskan soal waktu kedatangan yang sedikit mundur itu.

“Sesuai rencana, ada maju mundur satu jam biasa. Sesuai rencana. Dari proses awal Lebanon, Jakarta, semua sesuai rencana,” ujarnya di rumah duka.

Ucapannya mungkin ingin menenangkan. Tapi di tengah kepedihan yang begitu dalam, logistik dan waktu kadang terasa tak relevan. Yang tersisa hanyalah duka seorang prajurit yang pulang tak lagi bernyawa, dan keluarga yang harus merelakannya pergi untuk selamanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar