Suasana bahagia berubah jadi duka di sebuah desa di Purwakarta. Pesta pernikahan yang seharusnya penuh sukacita justru berakhir dengan kematian tragis sang ayah. Dadang, pemilik hajat, tewas setelah diduga dikeroyok segerombolan pemuda yang disebut-sebut sebagai preman setempat.
Menurut sejumlah saksi, kejadian bermula Sabtu siang lalu (4/4/2026). Di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, keluarga Dadang sedang merayakan pernikahan anaknya. Suasana riuh rendah tiba-tiba berubah sekitar pukul dua siang. Sekelompok orang datang, mendatangi tuan rumah. Mereka meminta uang istilahnya, minta ‘jatah’.
Wahyudin, adik korban, masih tampak syok ketika menceritakan kejadian itu di Mapolres Purwakarta malam harinya.
Penolakan itulah yang memicu malapetaka. Sekitar pukul tiga sore, kelompok itu kembali. Dadang menolak memberi lima ratus ribu rupiah. Dia kemudian keluar dari tenda resepsi. Di luar, keributan tak terhindarkan. Situasi cepat sekali memanas.
Artikel Terkait
Indonesia Desak Evaluasi Keamanan Pasukan PBB Usai Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Tiga Daerah di Sulsel Kolaborasi Olah Sampah Jadi Listrik 25 MW
Iran Izinkan Kapal Irak Melintasi Selat Hormuz di Tengah Blokade
Platform X Siapkan Fitur Auto-Lock untuk Cegah Penipuan Kripto