Suasana hajatan yang seharusnya riuh rendah tawa, berubah jadi mencekam di sebuah lokasi di Purwakarta. Pemilik hajatan, Dadang, tewas usai diduga dianiaya oleh segerombolan preman. Mereka konon meminta jatah. Saat ini, Satreskrim Polres setempat tengah memburu para pelaku.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi. Menurutnya, insiden bermula dari sebuah keributan yang kemudian memanas dan berakhir tragis.
"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,"
kata Enjang kepada wartawan di Mapolsek, Sabtu malam kemarin.
Ia melanjutkan, upaya penyelidikan sudah digeber. Tim sedang mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap tuntas perkara yang ia sebut "sangat tragis" ini. Bayangkan saja, di tengah pesta sukacita, malah berakhir dengan duka seperti ini.
Sayangnya, Enjang belum mau menyebut siapa saja saksi yang sudah diperiksa. Namun dari informasi sementara, pelakunya diduga lebih dari dua orang. "Tapi ini tetap masih dalam perkembangannya," ujarnya.
"Mudah-mudahan tidak ada lama lagi para pelaku bisa kita amankan. Mohon doanya kepada seluruh masyarakat. Kami dari Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat. Mudah-mudahan bisa cepat dapat hasilnya sebelum 24,"
tambahnya dengan nada harap.
Dari olah TKP, polisi menemukan barang bukti yang cukup mengerikan: sebilah belahan bambu. Benda itulah yang diduga menjadi alat penganiayaan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.
"Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban. Dalam hal ini menyebabkan korban tidak sadarkan diri. Pada saat di TKP tidak sadarkan diri mungkin pada saat dibawa ke rumah sakit, sudah diketahui bahwa beliau sudah meninggal dunia. Tapi nanti itu nanti dalam hasil autopsi bisa di pastikannya,"
pungkas Enjang menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Idul Adha 2026 di Banjarnegara: 339 Kambing Dominasi Kurban, Geser Tren Sapi
Banjir Landa Lima Desa di Gorontalo Utara, Kawasan Adat Didingga Paling Parah
Din Syamsuddin dalam Khutbah Idul Adha: Jangan Biarkan Perbedaan Politik dan Organisasi Pecah Belah Umat
Pemuda Disabilitas di Bekasi Utara Viral Usai Nekat Memulung Demi Beli Kambing Kurban