San Siro bergemuruh. Inter Milan baru saja merampungkan pertunjukan spektakuler dengan menghajar AS Roma 5-2, Minggu lalu. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Serie A. Bisa dibilang, gelar juara tinggal menunggu waktu.
Lautaro Martinez langsung memberi kejutan di menit pertama. Gol cepatnya seolah memberi pesan: malam ini adalah milik Inter. Roma sempat membalas lewat Gianluca Mancini di menit ke-40, membuat skor seimbang 1-1. Tapi, Nerazzurri tak butuh waktu lama untuk kembali memimpin.
Menjelang turun minum, tepatnya di injury time babak pertama, Hakan Calhanoglu melepaskan tembakan roket dari luar kotak penalti. Gawang Roma bobol lagi. 2-1 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Inter benar-benar lepas kendali. Mereka mencetak tiga gol lagi dalam rentang waktu yang terhitung singkat. Lautaro kembali menyambar di menit 52, disusul Marcus Thuram tiga menit kemudian. Nicolo Barella lalu menambah pesta gol di menit 63. Skor sudah 5-1. Roma terlihat limbung.
Namun begitu, tim asuhan Daniele De Rossi itu masih punya harga diri. Lorenzo Pellegrini berhasil memperkecil ketertinggalan di menit 70. Sayangnya, itu hanya jadi gol penghibur. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 5-2 tak lagi tergoyahkan.
Hasil ini membuat Inter makin kokoh di posisi pertama dengan 72 poin. Mereka unggul sembilan poin dari AC Milan di peringkat dua, meski Milan masih punya satu laga tersisa. Situasinya sangat berbeda bagi Roma.
Kekalahan ini membuat mereka mentok di peringkat enam dengan 54 poin. Masih ada celah untuk berebut slot Liga Champions, tapi mereka kini terpaut tiga poin dari peringkat empat. Perjalanan masih panjang, tapi margin untuk berbuat salah semakin tipis.
Pertandingan malam itu benar-benar menunjukkan dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ada Inter yang tampil percaya diri dan efisien. Di sisi lain, Roma terlihat kesulitan menahan gempuran, terutama di lini pertahanan. Mereka kebobolan lima gol, sebuah catatan buruk yang pasti akan jadi evaluasi serius.
Bagi Inter, ini adalah langkah mantap menuju Scudetto. Bagi Roma, ini adalah alarm yang keras. Tantangan ke depan jelas tidak akan mudah.
Artikel Terkait
Jimly Asshiddiqie Hadir di Pemakaman Ryamizard Ryacudu, Bersaksi soal Integritas dan Profesionalitas Almarhum
Jenderal IRGC: Kekalahan AS dalam Perang Lawan Iran Sudah Tak Terelakkan
Akun Instagram Resmi Gedung Putih Era Obama Diretas, Unggah Konten Provokatif Buatan AI
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numpor Tewaskan Lima Warga Satu Keluarga, Tiga Lainnya Hilang