Kalau kamu penggemar drakor atau drama China, pasti nggak asing dengan plot yang satu ini: CEO ganteng dan super tajir jatuh cinta pada gadis biasa, bahkan miskin. Cerita kayak gini memang laris manis, bikin penonton terbuai. Tapi sekarang, tren itu mulai dibendung.
Pemerintah China, lewat Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA), baru aja ngeluarin aturan yang membatasi tayangan drama dengan tokoh CEO kaya raya yang jatuh cinta pada si miskin. Alasannya? Mereka anggap alur cerita semacam itu nggak sehat.
Menurut sejumlah pihak, drama-drama itu nyebarin harapan palsu. Terutama buat anak muda. Pesannya seolah-olah uang bisa menyelesaikan segalanya, termasuk cinta. Hidup mewah digambarkan sebagai tujuan akhir kebahagiaan. Padahal, realitanya nggak sesederhana itu.
“Kekayaan bukanlah solusi atas semua persoalan hidup,” kira-kira begitu semangat dari kebijakan baru ini. Pemerintah pengin konten hiburan lebih mencerminkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan moralitas. Bukan cuma fantasí tentang kekayaan yang jatuh dari langit.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April