Emmanuel Macron punya pesan keras untuk dunia. Presiden Prancis itu mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak sekadar menjadi bawahan, atau vasal, dari dua raksasa: Amerika Serikat dan China. Pernyataannya ini bukan datang tiba-tiba, lho. Ini muncul di tengah ketegangannya dengan Donald Trump soal isu NATO dan juga konflik Amerika-Israel dengan Iran.
“Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China,” ujar Macron tegas.
“Dan kita juga tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS,” imbuhnya dalam pidato di Universitas Yonsei, Seoul, Jumat lalu.
Menurutnya, situasi global sedang naik turun. Stabilitas berdasarkan tatanan internasional yang dulu diandalkan, kini goyah. “Kita tidak boleh hanya pasif dalam kekacauan baru ini,” serunya. “Kita harus membangun tatanan baru.” Gagasan Macron? Membentuk semacam “koalisi kemerdekaan” yang beranggotakan negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Brasil, India, Australia, dan Kanada. Koalisi ini akan berdiri di atas komitmen bersama terhadap hukum internasional, demokrasi, dan isu genting seperti perubahan iklim.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang