Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengaku merinding saat menyaksikan rekan sekaligus rivalnya, Alex Marquez, tergeletak tak berdaya di lintasan Sirkuit Catalunya. Peristiwa itu membuatnya berat hati ketika balapan harus diulang kembali.
Kecelakaan parah yang menimpa Alex Marquez terjadi pada MotoGP Catalunya 2026. Start dari posisi ketiga, adik Marc Marquez itu tampil impresif dan konsisten bersaing di barisan terdepan. Pada lap ke-11, Alex Marquez bahkan sempat merepotkan pemimpin balapan, Pedro Acosta dari Red Bull KTM. Dalam satu momen, ia berhasil melewati Acosta, namun tak lama kemudian justru tersenggol oleh rekan senegaranya tersebut.
Nasib nahas menghampiri Alex Marquez di lap ke-12. Ia gagal menghindari motor Pedro Acosta yang tiba-tiba melambat. Akibatnya, Alex Marquez terpental ke area gravel atau sebaran pasir di pinggir sirkuit. Ia tergeletak di pinggir lintasan, sementara motor Ducati yang dikendarainya hancur lebur. Tim medis MotoGP bergerak cepat dan langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan, diketahui bahwa Alex Marquez mengalami patah tulang leher dan tulang selangka. Operasi telah dijalani pada Senin, 18 Mei 2026, dan pembalab berusia 30 tahun itu kini sudah diizinkan pulang.
Sementara itu, Fabio Quartararo mengungkapkan momen mengerikan yang ia alami. Ia mengaku gemetar setiap kali melewati tikungan 10 Sirkuit Catalunya setelah insiden tersebut.
“Tidak mudah untuk restart setelah melewati tikungan 10 dan melihat Alex tergeletak di lintasan,” kata Quartararo.
“Saya merinding. Lalu restart kedua, hal paling berbahaya adalah start, dan saya tidak menyukainya. Tapi, saya berharap semua pembalap yang cedera bisa cepat pulih. Jadi, ini bukan hari yang mudah,” lanjutnya.
Saat insiden terjadi, Quartararo tengah menempati posisi 15. Namun, ketika balapan diulang, juara dunia MotoGP 2021 itu justru finis kelima. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaiknya di MotoGP 2026, mengungguli prestasi sebelumnya yang hanya finis keenam di MotoGP Prancis 2026.
Artikel Terkait
Empat Pemuda Lompat ke Kanal Pampang Usai Minum Miras, Satu Orang Masih Hilang
Polisi Gowa Selidiki Kematian Mahasiswi Unhas yang Ditemukan Tewas di Area Parkir Kampus
Pimpinan Ponpes di Maros Diciduk di Bontang Usai Setahun Buron karena Cabuli Tiga Santriwati
12.000 Pelari Ramaikan Digiland Run 2026, Telkomsel Gaungkan Sport Tourism Jakarta