Polisi Gowa Selidiki Kematian Mahasiswi Unhas yang Ditemukan Tewas di Area Parkir Kampus

- Rabu, 20 Mei 2026 | 02:50 WIB
Polisi Gowa Selidiki Kematian Mahasiswi Unhas yang Ditemukan Tewas di Area Parkir Kampus

Penyidik Polres Gowa masih mendalami kasus kematian seorang mahasiswi semester akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT, 19 tahun, yang ditemukan tewas di area parkir kampus. Hingga saat ini, polisi terus mengumpulkan fakta dan keterangan guna mengungkap penyebab di balik peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan langkah-langkah penyelidikan dan masih mencari fakta-fakta terkait kematian yang bersangkutan,” ujar Kepala Unit Resmob Polres Gowa Ipda Andi Muhammad Alfian, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang satpam kampus yang bersama rekannya menemukan korban dalam posisi telungkup di halaman parkir Kampus Teknik Unhas yang berlokasi di Jalan Malino, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (18/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Satpam kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Bontomarannu, yang selanjutnya diteruskan ke Polres Gowa.

Setelah menerima laporan, petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Polisi juga mulai mencari bukti-bukti yang dapat menjadi petunjuk awal penyebab kematian korban.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang teridentifikasi milik korban berdasarkan keterangan rekan dan keluarganya. Barang-barang tersebut antara lain sepeda motor dan kacamata yang berada di area parkir, serta sebuah benda tumpul. Sementara itu, di rooftop gedung ditemukan tas korban berisi laptop, sepatu, ponsel, kartu identitas, dan barang berharga lainnya.

Dari keterangan beberapa rekan dan keluarga, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat setelah ditemukan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, termasuk dugaan bahwa korban mengakhiri hidup dengan melompat dari atas gedung Kampus Teknik Unhas atau adanya kemungkinan tindak pidana penganiayaan yang mengarah pada pembunuhan, Alfian menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memvalidasi informasi tersebut.

“Jelasnya, kami tidak bisa menyimpulkan korban melompat atau bagaimana, karena saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman. Kami juga belum mengetahui hasilnya luka seperti apa. Kami masih menunggu hasil visum dari tim forensik,” paparnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar