Makkah Mulai Dipadati Jutaan Jemaah, Petugas Perketat Pemeriksaan Kartu Nusuk Jelang Puncak Haji

- Rabu, 20 Mei 2026 | 03:45 WIB
Makkah Mulai Dipadati Jutaan Jemaah, Petugas Perketat Pemeriksaan Kartu Nusuk Jelang Puncak Haji

Kota Suci Makkah terus dipadati oleh jutaan calon haji dari berbagai penjuru dunia menjelang pelaksanaan puncak ibadah Wukuf di Arafah. Pemandangan kepadatan massa yang luar biasa kini sudah mulai terlihat secara kasat mata di sejumlah titik strategis yang mengarah ke kawasan Masjidil Haram.

Lanskap Kota Makkah berubah bak lautan manusia pada malam hari. Ribuan jemaah secara berbondong-bondong memadati rute menuju Masjidil Haram untuk menunaikan berbagai rangkaian ibadah malam, mulai dari tawaf, iktikaf, hingga memperbanyak munajat dan doa.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah jemaah dan menjaga ketertiban, otoritas keamanan Arab Saudi bersiaga penuh di sejumlah titik vital guna mengawasi alur pergerakan. Di tengah padatnya arus pergerakan tersebut, petugas keamanan secara rutin melakukan pengecekan kepemilikan Kartu Nusuk yang dikenakan oleh jemaah.

Kartu identitas resmi ini telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai syarat mutlak dan tiket akses utama bagi jemaah. Tanpa Kartu Nusuk, jemaah tidak akan bisa mengakses berbagai layanan dan lokasi puncak ibadah haji, khususnya saat akan memasuki Masjidil Haram maupun saat mobilisasi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sementara itu, pemandangan yang sedikit berbeda terlihat pada rentang waktu pagi menjelang siang hari. Sengatan cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan Arab Saudi membuat pergerakan para tamu Allah menjadi lebih terbatas di luar ruangan.

Meski demikian, denyut nadi di kawasan sekitar Masjidil Haram tetap hidup dan terpantau dipenuhi oleh jemaah yang tengah melakukan persiapan ibadah. Volume kepadatan di Kota Suci ini diproyeksikan akan terus mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan rampungnya kedatangan gelombang akhir jemaah haji dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags