Di sisi lain, kekhawatirannya cukup masuk akal. Tayangan yang terus-terusan menampilkan gaya hidup super mewah bisa bikin persepsi masyarakat, khususnya generasi Z, jadi melenceng. Soal hubungan asmara, kesuksesan, dan arti kebahagiaan yang sebenarnya.
Nah, larangan ini dampaknya langsung terasa. Industri hiburan China sekarang mulai beradaptasi. Alih-alih fokus pada kisah cinta klise, banyak studio beralih ke cerita yang lebih grounded. Misalnya, tentang perjuangan hidup sehari-hari, dinamika keluarga, atau romansa yang lebih realistis.
Memang sih, genre CEO dan si miskin itu menghibur. Tapi pemerintah merasa sudah cukup. Sekarang, penonton mungkin akan disuguhi gambaran cinta dan kehidupan yang lebih nyata, lebih beragam. Perubahannya sedang berjalan. Kita tinggal tunggu, apakah langkah ini bakal diterima penonton atau justru bikin mereka kangen pada fantasà lama.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang