Petugas Kemenhub Bantah Pungli, Video Tuduhan ke Relawan Bantuan Aceh Jadi Sorotan

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:00 WIB
Petugas Kemenhub Bantah Pungli, Video Tuduhan ke Relawan Bantuan Aceh Jadi Sorotan

Sebuah video yang memuat tuduhan pungutan liar terhadap petugas Kemenhub tiba-tiba ramai beredar. Video itu, yang diunggah beberapa akun media sosial, menyorot insiden di Terminal Karya Jaya, Palembang, Rabu lalu. Menurut narasi yang beredar, petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel diduga meminta uang dari relawan Banten yang sedang dalam perjalanan mengirim bantuan banjir ke Aceh.

Nama Raden Muhammad Adi Surawijaya, sang petugas yang tertuduh, langsung mencuat. Reaksinya cepat. Dengan tegas, ia membantah telah menerima atau meminta uang sepeser pun dari para relawan.

"Saya Insya Allah tidak menerima uang," ujarnya, seperti dikutip dari sebuah siaran berita.

Meski begitu, Adi mengakui satu hal. Ia menerima dua kaleng minuman yang diberikan relawan. Satu sudah diminum, satunya lagi masih disimpannya sebagai bukti. "Ada fotonya," tambahnya sembari meminta pihak yang memviralkan video untuk segera klarifikasi. Ia menegaskan, dirinya bersama dua rekan lainnya sama sekali tidak melakukan pungli.

Di sisi lain, atasan langsung di kantornya juga angkat bicara. Milfer Jonely, Kepala Seksi Lalu Lintas di BPTD setempat, bersikap keras. Pihaknya justru siap membawa masalah ini ke ranah hukum. Mereka merasa nama instansi dicemarkan.

"Kepada pembuat video juga agar mengklarifikasi hal itu karena mencemarkan nama BPTD Sumsel," kata Jonely.

Jonely mendesak relawan terkait untuk segera membuat klarifikasi resmi. Kalau tidak, BPTD Sumsel tak ragu melaporkannya.

Lalu, seperti apa sebenarnya isi video viral itu? Dari penelusuran, rekaman itu menunjukkan rombongan mobil relawan dihentikan petugas. Mereka dicek perlengkapannya. Menurut pengakuan relawan dalam video, transaksi uang justru terjadi di sebuah warung setelah mereka diminta turun.

"Berapa? Rp150 ribu satu mobil. Biasa ngisi perut. Biar makin buncit. Dishub ini coy," kata suara relawan menyindir.

Dalam video terlihat pula uang pecahan Rp50 ribu diserahkan. Narasinya menyebut total permintaan mencapai Rp150 ribu per mobil. Aksi ini langsung memantik kemarahan warganet. Komentar-komentar pedas bertebaran, mengecam tindakan yang dianggap tak pantas, apalagi menyasar relawan bantuan kemanusiaan. Video itu sendiri telah ditonton ratusan ribu kali.

BPTD sendiri, perlu diketahui, adalah unit teknis di bawah Ditjen Perhubungan Darat. Tugasnya mengelola dan mengawasi transportasi darat, termasuk terminal dan uji kelayakan kendaraan. Kasus ini tentu menjadi sorotan yang tidak mengenakkan bagi institusi tersebut.

Sampai sekarang, dua versi ini berseberangan. Di satu sisi, ada pengakuan relawan lewat video yang viral. Di sisi lain, ada bantahan tegas dari petugas dan ancaman laporan balik dari institusinya. Yang jelas, publik kini menunggu titik terang dan klarifikasi yang dijanjikan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar