Pencurian Perhiasan Kerajaan Prancis di Louvre: 2 Pelaku Ditangkap
Kepolisian Prancis berhasil menangkap dua pelaku pencurian koleksi perhiasan Kerajaan Prancis di Museum Louvre. Kedua tersangka yang berusia 30-an tahun tersebut berasal dari wilayah Seine-Saint-Denis di pinggiran Paris.
Upaya Kabur ke Aljazair Digagalkan
Salah satu pelaku berhasil diamankan di Bandara Paris-Charles de Gaulle saat berusaha melarikan diri ke Aljazair. Pelaku kedua ditangkap tak lama kemudian di wilayah Paris dalam operasi penyelidikan yang digelar otoritas setempat.
Tuduhan dan Masa Penahanan
Kedua tersangka kini menghadapi tuduhan pencurian terorganisir dan konspirasi kriminal. Masa penahanan sementara yang diberikan kepada penyidik mencapai 96 jam untuk mengembangkan kasus ini.
Kelemahan Sistem Keamanan Museum Louvre Terungkap
Insiden pencurian ini memicu kritik terhadap sistem pengamanan Museum Louvre. Direktur museum mengakui bahwa pelaku memanfaatkan blind spot atau titik buta dari kamera CCTV yang terpasang di area museum.
Bukti Forensik dan Barang Bukti
Penyidik mengungkapkan keberhasilan identifikasi melalui sampel DNA dan sidik jari yang ditemukan di TKP. Barang bukti yang ditinggalkan pelaku termasuk sarung tangan, rompi anti-peluru, obor las, dan berbagai perkakas listrik.
Daftar Barang Curian dan Mahkota Permaisuri Eugenie
Total terdapat 8 perhiasan berhasil dicuri dari museum. Namun, mahkota milik Permaisuri Eugenie - istri Napoleon III - selamat dari pencurian karena jatuh selama aksi kriminal dan kini memerlukan proses restorasi.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan