PT Puradelta Lestari, si pengembang Kota Deltamas yang berkode saham DMAS, lagi semangat-semangatnya. Tahun ini, mereka memasang target prapenjualan yang cukup ambisius: Rp2,08 triliun. Kalau dibandingin sama realisasi tahun 2025 yang Rp1,6 triliun, angkanya naik signifikan, sekitar 30 persen. Rupanya, optimisme ini punya alasan kuat.
Permintaan lahan industri, terutama untuk pusat data atau data center, masih jadi primadona dan terus mengalir deras. Itulah pilar utama yang bakal menopang target mereka.
Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, mengiyakan hal itu. Menurutnya, penjualan lahan industri memang masih andalan utama.
“Target prapenjualan Rp2,08 triliun untuk tahun 2026 merupakan cerminan optimisme seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Namun begitu, perusahaan nggak cuma mengandalkan sektor industri belaka. Mereka juga berusaha mendongkrak angka penjualan dari segmen hunian dan komersial di dalam kawasan Deltamas itu sendiri. Jadi, strateginya lebih komprehensif.
Lantas, seberapa kuat prospek lahan industrinya? Tondy bilang, di awal tahun 2026 ini saja, permintaan yang lagi dalam pembicaraan serius atau pipeline sudah mencapai sekitar 75 hektare. Yang menarik, lebih dari 70 persennya datang dari pelaku industri data center. Angka itu jelas memberi angin segar.
Faktor eksternal juga mendukung. Prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, ditambah konsumsi dalam negeri yang meningkat, memberi keyakinan lebih. Dukungan pemerintah terhadap sektor perekonomian ikut memotivasi DMAS untuk terus mengembangkan produknya.
“Perseroan optimistis mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp2,08 triliun di tahun 2026,” tegas Tondy lagi.
Di sisi lain, pencapaian tahun lalu patut jadi bahan evaluasi. Untuk tahun 2025, DMAS membukukan marketing sales sebesar Rp1,6 triliun. Memang, angka ini sedikit di bawah target awal yang Rp1,81 triliun, atau tepatnya tercapai 88 persen. Tapi, capaian ini nggak bisa dibilang buruk.
Penyumbang terbesarnya? Lagi-lagi, penjualan lahan industri. Sekitar 46 hektare berhasil dilepas tahun lalu. Dan lagi, data center mendominasi dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total marketing sales. Sisa lainnya datang dari sektor-seperti FMCG, makanan-minuman, dan beberapa sektor lain.
Ke depan, DMAS berkomitmen melanjutkan pembangunan Kota Deltamas. Visinya jelas: mewujudkan kawasan terpadu yang modern, ramah lingkungan, dan menjadi pusat aktivitas lengkap di area timur Jakarta. Semua langkah ini, tentu saja, untuk mendukung target besarnya tadi.
Jadi, tahun ini akan jadi tahun yang seru buat DMAS. Mereka punya target tinggi, didukung tren pasar yang lagi panas, dan strategi yang terlihat jelas. Tinggal nunggu eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Direktur MSIN Buka Suara Soal Volatilitas Saham dan Rencana Secondary Listing
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Potensi dan Risiko Waran Terstruktur
Grup Bakrie Pacu Restrukturisasi Modal Lewat Rights Issue dan Private Placement
IHSG Melonjak 0,82%, Sektor Keuangan Satu-satunya yang Melemah