Seorang pengemudi mobil nekat melawan arus di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Aksi ugal-ugalannya itu berakhir dengan tabrakan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan lain. Polisi pun langsung bergerak cepat untuk mengamankan si sopir.
Namun begitu, ternyata ada cerita lain di balik aksi nekat itu. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mobil tersebut awalnya menarik perhatian petugas karena cara berkendaranya yang tidak wajar di tengah kepadatan lalu lintas sore hari.
"Jadi berawal dari pelaksanaan giat sore hari anggota kami di lapangan," jelas Komarudin, Kamis (26/2/2026).
"Mereka mendapati ada kendaraan yang datang dari arah Senen menuju Gunung Sahari. Terlihat seperti kendaraan tidak lazim, ugal-ugalan."
Rupanya, sang pengemudi panik. Dia kabur saat hendak dihentikan polisi. Alasan pengehentiannya? Bukan cuma soal cara nyetirnya yang sembrono.
Di sisi lain, setelah berhasil diamankan, penyelidikan polisi menemukan fakta yang lebih serius. Ternyata, mobil yang ditumpanginya menggunakan pelat nomor palsu. Bahkan, bukan cuma satu.
"Kita lakukan penggeledahan di mobil yang bersangkutan," ucap Komarudin.
"Dan kita dapati ada 4 pasang TNKB. Iya, semuanya palsu."
Jadi, aksi melawan arah dan tabrak lari itu bermula dari upaya kabur saat akan diperiksa terkait pelat palsu. Situasinya jadi makin kacau, dan berujung pada kejadian beruntun yang meresahkan itu.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pencopet WNA Belanda di Tanah Abang, HP Korban Dikembalikan
Pria di Cianjur Cabuli dan Bunuh Anak Tiri karena Cemburu Istrinya Gugat Cerai
Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Damai AS-Iran
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Warga Korea Selatan di Tambun Selatan