Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah

- Rabu, 25 Februari 2026 | 06:30 WIB
Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah

Kota Guadalajara berangsur tenang. Namun, di tengah sisa-sisa ketegangan pasca bentrokan berdarah itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum justru mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Dia menjamin, sepenuhnya, keselamatan para penggemar sepak bola yang akan memadati kota itu untuk serangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 nanti.

“Tidak ada risiko,” tegas Sheinbaum, menepis segala kekhawatiran. Pernyataannya itu disampaikan meski gelombang kekerasan baru saja melanda, dipicu oleh tewasnya bos kartel paling berbahaya, Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera.

Operasi militer yang menewaskan El Mencho di dekat Guadalajara itu ibarat memicu bensin. Kartel Jalisco Generasi Baru yang dipimpinnya langsung membalas. Baku tembak sengit dengan pasukan keamanan pun tak terhindarkan, menewaskan puluhan orang baik dari pihak tentara maupun kartel. Suasana mencekam membuat wisatawan dan warga lokal berhamburan mencari tempat aman.

Di sisi lain, FIFA sebagai badan sepak bola dunia memilih diam. Mereka menolak berkomentar soal insiden berdarah ini. Padahal, Guadalajara bukan kota sembarangan; ia adalah salah satu dari tiga kota di Meksiko yang dipilih jadi tuan rumah Piala Dunia bersama AS dan Kanada.

Menurut sejumlah saksi, kekacauan itu sungguh mencekam. Tapi sekarang, perlahan, keadaan mulai normal. Rencananya, bisnis-bisnis di Jalisco akan dibuka kembali hari Selasa ini. Aktivitas sekolah diharapkan menyusul keesokan harinya.

Nah, pertanyaannya sekarang: bisakah jaminan dari ibu presiden itu benar-benar ditegakkan? Sheinbaum tampaknya yakin. Dia menawarkan jaminan penuh bahwa pada Juni 2026 nanti, para pengunjung dari berbagai penjuru dunia bisa menikmati sepak bola dengan aman. Hanya waktu yang bisa membuktikan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar