Sebuah video yang memuat tuduhan pungutan liar terhadap petugas Kemenhub tiba-tiba ramai beredar. Video itu, yang diunggah beberapa akun media sosial, menyorot insiden di Terminal Karya Jaya, Palembang, Rabu lalu. Menurut narasi yang beredar, petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumsel diduga meminta uang dari relawan Banten yang sedang dalam perjalanan mengirim bantuan banjir ke Aceh.
Nama Raden Muhammad Adi Surawijaya, sang petugas yang tertuduh, langsung mencuat. Reaksinya cepat. Dengan tegas, ia membantah telah menerima atau meminta uang sepeser pun dari para relawan.
Meski begitu, Adi mengakui satu hal. Ia menerima dua kaleng minuman yang diberikan relawan. Satu sudah diminum, satunya lagi masih disimpannya sebagai bukti. "Ada fotonya," tambahnya sembari meminta pihak yang memviralkan video untuk segera klarifikasi. Ia menegaskan, dirinya bersama dua rekan lainnya sama sekali tidak melakukan pungli.
Di sisi lain, atasan langsung di kantornya juga angkat bicara. Milfer Jonely, Kepala Seksi Lalu Lintas di BPTD setempat, bersikap keras. Pihaknya justru siap membawa masalah ini ke ranah hukum. Mereka merasa nama instansi dicemarkan.
Jonely mendesak relawan terkait untuk segera membuat klarifikasi resmi. Kalau tidak, BPTD Sumsel tak ragu melaporkannya.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor