Jokowi Effect dan Kharisma Mad Ali Jadi Magnet Kader NasDem Hijrah ke PSI

- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:35 WIB
Jokowi Effect dan Kharisma Mad Ali Jadi Magnet Kader NasDem Hijrah ke PSI

Belakangan ini, ada pergerakan menarik di peta politik. Sejumlah kader dari NasDem memutuskan hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut pengamatan internal PSI, fenomena ini tak lepas dari pengaruh sosok Joko Widodo.

Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Rabu lalu.

"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujarnya.

Ariyo menambahkan, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu semakin mengukuhkan keyakinan banyak orang. PSI dianggap sebagai kendaraan politik yang paling konsisten mengusung nilai-nilai tadi. "Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelasnya.

Ia pun menyebutnya dengan singkat: "Jokowi effect."

Namun begitu, rupanya bukan cuma faktor itu saja. Sebelumnya, pandangan lain disampaikan oleh Ketua DPP PSI, Bestari Barus. Menurut Bestari, gelombang kedatangan dari NasDem juga dipengaruhi oleh sosok Ahmad Ali atau yang akrab disapa Mad Ali.

Faktor yang satu ini, kata Bestari, memang tak bisa diabaikan begitu saja. Soalnya, Mad Ali adalah tokoh senior yang punya jam terbang tinggi di dunia politik. Kharisma dan pengalamannya jelas menjadi magnet tersendiri.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler