Belakangan ini, ada pergerakan menarik di peta politik. Sejumlah kader dari NasDem memutuskan hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut pengamatan internal PSI, fenomena ini tak lepas dari pengaruh sosok Joko Widodo.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Rabu lalu.
"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujarnya.
Ariyo menambahkan, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu semakin mengukuhkan keyakinan banyak orang. PSI dianggap sebagai kendaraan politik yang paling konsisten mengusung nilai-nilai tadi. "Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelasnya.
Artikel Terkait
DPRD Banten Panggil Dinkes, Waspadai Lonjakan 2.000 Suspek Campak
Satgas Saber Pangan Temukan Cabai Rawit dan Minyak Goreng Masih di Atas HET
Pemprov DKI Gelar Car Free Night dan Gratiskan Transportasi Umum Saat Lebaran
Mitsubishi Destinator Resmi Meluncur di Indonesia, Fokus pada Kenyamanan Baris Ketiga