Belakangan ini, ada pergerakan menarik di peta politik. Sejumlah kader dari NasDem memutuskan hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut pengamatan internal PSI, fenomena ini tak lepas dari pengaruh sosok Joko Widodo.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Rabu lalu.
"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujarnya.
Ariyo menambahkan, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu semakin mengukuhkan keyakinan banyak orang. PSI dianggap sebagai kendaraan politik yang paling konsisten mengusung nilai-nilai tadi. "Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelasnya.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026, Amankan Ibu Kota Jelang Ramadhan
Jakarta Siagakan Ribuan Personel Amankan Aksi Buruh
250 Personel Gabungan Polri Diterjunkan Bangun 26 Jembatan di Riau
Cawang Mencekik Lagi, Proyek PDAM dan Volume Kendaraan Jadi Biang Kerok