Belakangan ini, ada pergerakan menarik di peta politik. Sejumlah kader dari NasDem memutuskan hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut pengamatan internal PSI, fenomena ini tak lepas dari pengaruh sosok Joko Widodo.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Rabu lalu.
"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujarnya.
Ariyo menambahkan, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu semakin mengukuhkan keyakinan banyak orang. PSI dianggap sebagai kendaraan politik yang paling konsisten mengusung nilai-nilai tadi. "Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelasnya.
Artikel Terkait
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol
Golkar Tanggapi Usulan WFH PNS: Dukung Penghematan, Khawatirkan Pelayanan Publik
Polisi Tangkap Tiga Anggota Komplotan Perampok yang Tindas Lansia di Cileungsi