Belakangan ini, ada pergerakan menarik di peta politik. Sejumlah kader dari NasDem memutuskan hengkang dan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia. Menurut pengamatan internal PSI, fenomena ini tak lepas dari pengaruh sosok Joko Widodo.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan hal itu kepada awak media pada Rabu lalu.
"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujarnya.
Ariyo menambahkan, ketika Jokowi secara terbuka mendukung penuh PSI, hal itu semakin mengukuhkan keyakinan banyak orang. PSI dianggap sebagai kendaraan politik yang paling konsisten mengusung nilai-nilai tadi. "Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelasnya.
Artikel Terkait
Said Iqbal Dukung Kapolri Tetap di Bawah Presiden, Sejalan dengan Sikap Tegas Sigit
KPK Gandeng Pemda, Aset Rp 122 Triliun Kembali ke Pangkuan Daerah
Di Balik Kabut Burangrang, Pencarian 32 Korban Longsor Terus Digenjot
BKN Tetapkan Hari-Hari Wajib Batik Korpri bagi Seluruh ASN