Teheran – Kabar mengejutkan datang dari ibu kota Iran. Pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan telah dibawa ke Rusia untuk menjalani perawatan medis. Isu ini beredar setelah adanya dugaan bahwa ia mengalami luka dalam suatu serangan, di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut sejumlah saksi, pemindahan itu dilakukan dengan pesawat militer Rusia dan pengawalan yang sangat ketat. Bahkan, Presiden Vladimir Putin sendiri disebut-sebut yang mengusulkan agar perawatan dilakukan di Moskow. Tapi, apa benar demikian? Kondisi sebenarnya dari Mojtaba Khamenei masih jadi teka-teki yang belum terpecahkan.
Pemerintah Iran bersikeras bahwa pemimpin mereka dalam keadaan baik-baik saja. Namun, klaim itu justru menambah tanda tanya. Sejak resmi diangkat pada awal Maret 2026, keberadaan Mojtaba nyaris tak terlihat publik. Ia seperti menghilang.
Laporan dari sejumlah media Barat dan Israel punya cerita lain. Mereka menyebut serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, tidak hanya menewaskan ayah Mojtaba, Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarga. Mojtaba sendiri diduga menjadi korban luka dalam serangan awal itu.
Spekulasi tentang kesehatannya sebenarnya sudah beredar lama.
Tak lama setelah pengangkatannya, televisi pemerintah Iran menyebutnya sebagai "veteran yang terluka dalam perang Ramadan". Istilah itu langsung ditangkap para analis. Bagi mereka, itu adalah kode, sebuah indikasi kuat bahwa sang pemimpin baru memang sedang tidak baik-baik saja akibat insiden sebelumnya.
Di sisi lain, Kremlin masih tutup mulut. Tehran juga belum memberikan penjelasan yang benar-benar meyakinkan. Hingga detik ini, tidak ada pernyataan resmi yang bisa memastikan di mana Mojtaba Khamenei berada dan bagaimana kondisi kesehatannya yang sebenarnya. Semuanya masih gelap.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun