Di acara groundbreaking rusun baru di Manggarai, Senin lalu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyampaikan permintaan khusus. Ia meminta Kementerian PUPR untuk mengutamakan ASN junior dalam program rumah subsidi. Menurutnya, para pegawai negeri yang baru masuk itu berhak mendapat hunian layak dengan harga terjangkau.
"Saya sudah janji," ujar Hashim tegas.
"Semua ASN yang junior, yang belum mendapat rumah, juga harus dapat prioritas. Ini kan lahan negara, saya kira itu sudah janji kita semua."
Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela acara peletakan batu pertama proyek rusun PT KAI, 16 Maret 2026. Namun begitu, Hashim langsung membuat batasan yang jelas. Soal pemilihan kontraktor untuk pembangunan rumah subsidi, misalnya, ia memastikan tak akan ikut campur. Semua akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, tanpa intervensi.
Di sisi lain, ada satu hal yang justru ia soroti dan tawarkan bantuan. Yakni, persoalan akses internet bagi para calon penghuni.
Hashim, yang juga dikenal sebagai bos PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), menyatakan kesiapannya menyediakan internet murah. Harganya? Cuma Rp100 per bulan. Tawaran ini ia sampaikan untuk meringankan beban pengeluaran bulanan mereka yang nantinya menempati rumah subsidi.
"Kalau saya pribadi, dan keluarga saya tidak akan ikut andil. Ini semua, kontraktor-kontraktor, kita tidak kaitkan," jelasnya.
Lalu ia menambahkan, "Kecuali satu, saya terlalu terbuka, internet murah, Rp100 per bulan. Ini sangat bermanfaat."
Jadi, fokusnya jelas: prioritas untuk ASN baru dan dukungan infrastruktur digital yang ringan di kantong. Dua hal yang menurut Hashim bisa berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun