Podomoro Land Pacu Penjualan, Tembus Rp1,24 Triliun di Kuartal Ketiga

- Rabu, 26 November 2025 | 18:00 WIB
Podomoro Land Pacu Penjualan, Tembus Rp1,24 Triliun di Kuartal Ketiga

Hingga September 2025, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan marketing sales yang cukup mengesankan, yakni Rp1,24 triliun. Angka ini tercatat sampai dengan kuartal ketiga tahun 2025.

Menurut Justini Omas, Corporate Secretary APLN, segmen rumah tapak masih menjadi andalan utama. Proyek-proyek seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View terbukti diserap pasar dengan sangat baik. Ini menunjukkan betapa kuatnya minat terhadap produk hunian tapak mereka.

"Permintaan terhadap hunian tapak juga terus bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan dan bernilai investasi jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resminya pada Rabu (26/11/2025).

Di sisi lain, memasuki kuartal terakhir tahun 2025, perusahaan merasa optimis. Mereka yakin penjualan dan pendapatan usaha bakal lebih baik dibanding kuartal sebelumnya. Momentum Natal dan Tahun Baru diprediksi akan menyumbang pendapatan berulang yang signifikan, terutama dari sektor perhotelan dan pusat perbelanjaan.

Justini juga menegaskan, berbagai stimulus pemerintah untuk sektor riil diharapkan bisa memulihkan keyakinan konsumen. Dengan begitu, transaksi dan investasi di bidang properti bisa kembali bergairah.

“Kami percaya dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam bentuk stimulus pajak maupun suku bunga rendah, hingga akhir tahun penjualan properti masih berpeluang tumbuh. Kami juga optimis momentum Natal dan liburan akhir tahun akan memberikan dampak positif bagi bisnis mal dan hotel milik APLN di berbagai kota di Indonesia,” kata Justini.

Apalagi, pemerintah dinilai punya komitmen kuat untuk mendukung kebangkitan sektor properti. Selama ini, properti memang jadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebelumnya, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun hingga kuartal III-2025. Sayangnya, angka ini turun 4,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,77 triliun.

Meski begitu, ada kabar baik. Pengakuan penjualan justru naik tipis jadi Rp1,65 triliun, tumbuh 1,2 persen dari kuartal III-2024 yang sebesar Rp1,63 triliun.

Sementara itu, pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp988,8 miliar, turun 13,3 persen dari Rp1,14 triliun. Kemudian, laba komprehensif kuartal III-2025 tercatat senilai Rp28,21 miliar.

(Dhera Arizona)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar