Razia Palsu Gowa: Oknum TNI & Polisi Peras Sopir Travel Rp 30 Juta

- Kamis, 13 November 2025 | 13:55 WIB
Razia Palsu Gowa: Oknum TNI & Polisi Peras Sopir Travel Rp 30 Juta
Kasus Razia Palsu di Gowa: Oknum TNI dan Polisi Diduga Peras Sopir Travel

Oknum TNI dan Polisi Diduga Gelar Razia Palsu untuk Peras Sopir Travel di Gowa

Sebuah insiden dugaan pemerasan dengan modus razia palsu telah mencoreng dunia penegakan hukum di Sulawesi Selatan. Peristiwa ini menimpa seorang sopir travel antardaerah, Aidil Isra, saat melintas di wilayah Kabupaten Gowa. Kejadian yang berlangsung pada suatu malam itu bermula ketika mobil travel yang dikemudikan Aidil dari Bulukumba menuju Barru dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang mengklaim diri sebagai aparat kepolisian.

Modus Operandi dan Permintaan Uang Damai

Menurut pengakuan korban, pelaku pemerasan kemudian meminta sejumlah uang dengan nilai yang sangat besar, mencapai Rp30 juta. Tujuannya agar Aidil diizinkan untuk melanjutkan perjalanannya tanpa hambatan. Transaksi pembayaran ini dikabarkan dilakukan secara digital atau online kepada seorang individu bernama Siti. Sebagai imbalannya, korban dijanjikan akan mendapatkan kekebalan dan tidak akan lagi ditahan atau dirazia ketika melintasi jalur yang sama di kemudian hari.

Laporan ke Polisi dan Temuan Awal Penyidik

Merasa dirugikan dan diperas, Aidil kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Reskrim Polres Gowa. Investigasi awal yang dilakukan oleh tim Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV Hasanuddin berhasil mengungkap titik terang. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi keterlibatan tiga orang prajurit TNI Angkatan Darat dan satu orang anggota polisi yang berasal dari Polrestabes Makassar.

Keterlibatan Oknum Prajurit TNI AD Dikonfirmasi

Kolonel Kav Budi Wirman, yang menjabat sebagai Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, telah mengonfirmasi dugaan keterlibatan ketiga prajurit TNI AD tersebut. Mereka yang teridentifikasi adalah Kopda SUY, Pratu FRM, dan Pratu FTR. Ketiganya merupakan bagian dari Satuan Pembekalan Angkutan di bawah Kodam XIV Hasanuddin. Kolonel Budi Wirman memaparkan bahwa modus yang digunakan adalah dengan mengincar kendaraan travel yang dianggap tidak memenuhi syarat, misalnya karena kelebihan muatan, lalu menghentikannya seolah-olah sedang melakukan razia.

Proses Penyidikan dan Peringatan untuk Prajurit

Saai ini, ketiga oknum prajurit TNI AD tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan mendalam oleh pihak Pomdam untuk mengungkap kebenaran dan kronologi sebenarnya dari peristiwa ini. Disebutkan juga bahwa selain oknum TNI, terdapat tiga orang sipil dan satu oknum polisi yang diduga turut terlibat dalam aksi pemerasan ini. Kolonel Budi Wirman juga menegaskan pentingnya seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga nama baik institusi TNI dan menghindari segala bentuk tindakan yang melanggar hukum. Sementara itu, oknum polisi yang diduga terlibat telah ditangani secara internal oleh Unit Propam Polrestabes Makassar.

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat pelaku yang diduga adalah oknum aparat yang seharusnya menjadi penegak hukum. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan jika menemui praktik-praktik serupa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar