Angka kasus campak di Banten terus merangkak naik. Hanya dalam tiga bulan pertama 2026, sudah ada lebih dari dua ribu orang yang diduga terjangkit. Situasi ini pun membuat DPRD setempat angkat bicara.
Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Rifky Hermiansyah, menyatakan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan. Tujuannya jelas: mengecek kesiapan mereka di lapangan, terutama soal ketersediaan obat dan vaksin.
Politisi Gerindra itu menekankan, stok di puskesmas dan posko kesehatan sama sekali tak boleh kosong. Menurutnya, penanganan yang cepat sangat bergantung pada hal itu. "Kami tidak ingin Banten kecolongan hanya karena masalah distribusi obat yang terhambat atau koordinasi yang lemah," tambahnya.
Di sisi lain, langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Banten sendiri sudah lebih dulu menyoroti tren peningkatan ini. Mereka bahkan sudah menganggapnya mengarah pada status Kejadian Luar Biasa atau KLB.
Artikel Terkait
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol
Golkar Tanggapi Usulan WFH PNS: Dukung Penghematan, Khawatirkan Pelayanan Publik