Warga Desa Mattoanging di Kabupaten Bulukumba akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, akses air bersih yang selama ini jadi persoalan pelik mulai dibenahi. Pemerintah desa berencana membangun jaringan perpipaan sepanjang satu kilometer pada 2026 mendatang. Ini adalah langkah nyata untuk menjawab kebutuhan dasar yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Fokus pembangunan akan diarahkan ke tiga dusun: Maccini, Patikoro, dan Batuputih. Selama ini, ketiga wilayah itu seringkali kesulitan mendapat distribusi air yang layak. Baik untuk minum, masak, mandi, apalagi untuk mengairi sawah dan kebun.
Kepala Desa Mattoanging, Zainuddin, menegaskan bahwa program ini adalah prioritas utama penggunaan Dana Desa tahun ini. Alasannya sederhana tapi mendasar: dampaknya langsung terasa bagi kehidupan warga.
"Dengan selesainya proyek ini, distribusi air ke rumah-rumah warga menjadi lebih merata," ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Zainuddin, jaringan air bersih tak cuma mempermudah urusan rumah tangga. Ia juga bisa mendongkrak aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertanian yang jadi tulang punggung banyak keluarga di sana.
Di sisi lain, proyek ini diharapkan bisa mengurai ketergantungan warga pada sumber air yang terbatas dan tak menentu. Selama ini, mereka sering bergantung pada mata air atau sumur yang debitnya menyusut saat musim kemarau. Harapannya, dengan pipa yang membentang, ketimpangan akses itu perlahan bisa teratasi.
Memang, satu kilometer pipa mungkin terdengar tak seberapa. Tapi bagi warga Mattoanging yang sudah lama menanti, itu adalah sebuah awal yang berarti.
Artikel Terkait
Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal
Tim Pengacara Nadiem Minta Lembaga Pengawas Awasi Sidang Korupsi Chromebook
Wali Kota Makassar Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp60 Miliar untuk 2026
Narkoba Sintetis di Makassar Beredar Lewat Vape dan Medsos, Polisi Ungkap Modus Baru