Jakarta akhirnya jadi saksi. Mitsubishi memilih ibu kota untuk perkenalkan Destinator, SUV premium terbarunya, ke dunia. Peluncuran globalnya digelar pada 17 Juli 2025 lalu. Tak lama berselang, mobil ini langsung memenuhi panggung GIIAS 2025, jadi suguhan utama bagi para penggemar otomotif tanah air yang penasaran.
Mitsubishi bilang, Destinator ini dirancang buat keluarga modern yang gaya hidupnya aktif. Filosofinya tetap sama: tangguh dan andal, tapi dikemas dalam balutan yang stylish buat nemenin berbagai momen.
Rifat Sungkar, yang jadi brand ambassador, tampak antusias membedah mobil ini. Menurutnya, ada beberapa hal yang langsung mencolok.
"Bentuknya lebih 'kotak' ketimbang Xpander. Pilar belakangnya juga lebih tegak. Lalu, yang kedua, desain kursinya pakai konsep theater seat. Dan yang ketiga, ini benar-benar mobil 7-seater yang sesungguhnya," ujar Rifat.
Dia lalu menjabarkan keunggulan konsep tempat duduk itu.
"Keunggulan theater seat itu sederhana: baris depan, tengah, ke belakang posisinya semakin naik. Kenapa banyak mobil lain kursi belakangnya rendah sekali? Soalnya headroom-nya terbatas. Nah, Destinator ini headroom-nya cukup lapang. Itu kunci utamanya, makanya duduk di baris ketiga pun tetap nyaman," jelasnya.
Sejak diluncurkan, respons pasar terhadap Destinator terbilang hangat. Apresiasi tak hanya datang dari calon konsumen, tapi juga berwujud sederet penghargaan dari berbagai institusi dan media ternama.
Soal keselamatan, Mitsubishi tak main-main. Mereka melengkapinya dengan Mitsubishi Motors Safety Sensing, sebuah suite teknologi canggih. Di dalamnya ada fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan sistem pencegah tabrakan depan (FCM). Juga ada peringatan blind spot (BSW) serta alert untuk lalu lintas silang dari belakang (RCTA).
Belum cukup sampai di situ. Fitur seperti Automatic High Beam, notifikasi keberangkatan mobil depan, dan monitor sekeliling juga disematkan. Untuk mengantisipasi benturan, bodinya menggunakan struktur berketebalan tinggi yang dirancang menyerap energi. Kabin pun dijaga agar tak mudah berubah bentuk. Enam airbag SRS melengkapi perlindungan untuk para penumpang.
Sebagai SUV 7-penumpang, kabin Destinator mengutamakan kelapangan. Desain eksteriornya berusaha tampil autentik dan elegan, sementara interiornya menawarkan nuansa premium.
Tenaganya bersumber dari mesin turbo 1.5 liter yang dipadukan dengan transmisi CVT. Kombinasi ini diklaim mampu memberikan respons yang cukup bertenaga sekaligus efisien. Meski mengadopsi penggerak roda depan, Mitsubishi menyisipkan teknologi kontrol all-wheel canggih seperti Active Yaw Control (AYC). Tujuannya jelas: agar pengendalian tetap aman dan bisa diandalkan di berbagai medan dan cuaca.
Ada beberapa sentuhan khusus yang membuatnya berbeda. Misalnya, pilihan warna two-tone untuk kesan lebih elegan, emblem khusus di kap mesin dan tailgate, serta karpet lantai dengan desain peringatan 55 tahun Mitsubishi di Indonesia. Mereka juga menambahkan e-mirror dengan fungsi perekam video, yang tentu saja menambah visibilitas dan kenyamanan berkendara.
Lantas, apa saja sih yang bikin mobil sebesar ini tetap nyaman, terutama untuk penumpang di baris paling belakang?
Pertama, soal ruang. Dengan panjang badan hampir 4.7 meter dan tinggi 1.78 meter, Destinator punya modal ruang kaki dan headroom yang memadai untuk orang dewasa. Ini dasar yang penting.
Kursi baris ketiganya pun tak asal jadi. Bantalannya cukup tebal dengan kontur yang mendukung punggung, paha, dan kepala. Posisi duduknya tidak terlalu tegak dan bisa diatur, sehingga mengurangi rasa lelah dalam perjalanan jauh. Tubuh penumpang juga lebih stabil saat mobil melewati jalan bergelombang.
Akses masuk ke baris ketiga sering jadi masalah. Di sini, kursi baris kedua punya mekanisme lipat dan geser yang mudah, dibantu bukaan pintu yang lebar.
Jangan khawatir kepanasan. AC-nya dilengkapi ventilasi khusus yang menjangkau sampai baris ketiga, sehingga distribusi udara lebih merata dan kabin tetap sejuk.
Konsep theater seat-nya Rifat Sungkar tadi ternyata berdampak besar. Posisi duduk baris ketiga yang lebih tinggi memberi visibilitas lebih baik ke depan. Penumpang tidak merasa terhalang sepenuhnya atau mudah pengap. Seatbelt-nya juga sudah tersedia, tentu saja.
Suspensinya sendiri di-set untuk kenyamanan keluarga. Karakternya empuk tapi stabil, mampu meredam getaran jalan rusak agar penumpang belakang tidak gampang mabuk.
Fitur penyimpanan juga dipikirkan. Ada kantong-kantong di door trim untuk barang kecil dan gadget, plus power outlet untuk mengisi daya. Belum lagi meja lipat di baris kedua yang bisa berguna untuk banyak hal. Fitur terakhir ini disebut-sebut sebagai keunggulan yang tak dimiliki pesaingnya.
Jadi, begitulah kira-kira. Mitsubishi Destinator hadir dengan klaim sebagai SUV keluarga premium yang tak mengorbankan kenyamanan, bahkan untuk penumpang di baris paling belakang. Siapkah pasar Indonesia menyambutnya?
Artikel Terkait
Pakar: Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Reaktif, Perlu Hentikan Eksploitasi di Wilayah Rawan
Jasamarga Catat Kepadatan di Sejumlah Ruas Tol Jabodetabek Jelang Tengah Malam
Telkomsel Siapkan Paket RoaMAX Haji 2026 dan Posko di Berbagai Embarkasi untuk Dukung Konektivitas Jemaah di Tanah Suci
Yusril Usul Partai Politik Wajib Miliki Minimal 13 Kursi DPR, Pengamat Sebut Bentuk Pembelaan ke Partai Nonparlemen