Pemantauan pasar oleh Satgas Saber Pangan Polda Metro Jaya di bulan Maret lalu masih menemui sejumlah masalah. Ternyata, masih ada saja komoditas yang harganya melonjak di atas batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah, atau HET. Temuan ini jelas mengusik, di tengah upaya menstabilkan situasi.
AKBP Muh Ardila Amry dari Ditreskrimsus membeberkan rinciannya. Cabai rawit merah, misalnya, hampir di semua lokak pemantauan harganya masih melambung. Minyak goreng merek MinyaKita juga tak luput, begitu pula dengan gula konsumsi di beberapa titik.
"Untuk komoditas cabai rawit merah, hampir di seluruh wilayah pengecekan masih dijual di atas HET," ujar Ardila, Senin (16/3/2026).
"Hal ini menjadi perhatian bersama agar segera dicarikan solusi untuk menstabilkan harga di pasar," tambahnya.
Soal minyak goreng, rupanya masih ada pedagang yang bandel menjualnya lebih mahal dari patokan. Gula pun begitu, setidaknya ada empat wilayah yang harganya belum turun sesuai aturan.
Tak cuma itu, perhatian juga tertuju ke daging sapi. Hasil pantauan terbaru menunjukkan, komoditas ini sekarang dibagi jadi tiga kategori: paha depan, paha belakang, dan daging beku. Klasifikasi ini penting untuk memantau harga dengan lebih rinci.
Di sisi lain, evaluasi Satgas juga menyoroti hal lain yang agak mengganggu. Penjualan ayam ras hidup atau live bird oleh sejumlah rumah potong hewan (RPH) ternyata tidak berjalan sesuai ketentuan yang ada. Ini jadi catatan tersendiri yang perlu ditindaklanjuti.
Artikel Terkait
Wamen LH: Pemilahan Sampah dari Sumber Kunci Capai Target Penurunan Emisi 40 Juta Ton
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Buat Konten Endorse di Rumahnya, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat
Indonesia dan Jerman Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di Sektor Ekonomi, Energi, hingga Ketenagakerjaan
Indonesia dan Jerman Sepakat Tingkatkan Perdagangan dan Investasi, Prabowo Dorong Percepatan CEPA