Lalu, seperti apa sebenarnya isi video viral itu? Dari penelusuran, rekaman itu menunjukkan rombongan mobil relawan dihentikan petugas. Mereka dicek perlengkapannya. Menurut pengakuan relawan dalam video, transaksi uang justru terjadi di sebuah warung setelah mereka diminta turun.
Dalam video terlihat pula uang pecahan Rp50 ribu diserahkan. Narasinya menyebut total permintaan mencapai Rp150 ribu per mobil. Aksi ini langsung memantik kemarahan warganet. Komentar-komentar pedas bertebaran, mengecam tindakan yang dianggap tak pantas, apalagi menyasar relawan bantuan kemanusiaan. Video itu sendiri telah ditonton ratusan ribu kali.
BPTD sendiri, perlu diketahui, adalah unit teknis di bawah Ditjen Perhubungan Darat. Tugasnya mengelola dan mengawasi transportasi darat, termasuk terminal dan uji kelayakan kendaraan. Kasus ini tentu menjadi sorotan yang tidak mengenakkan bagi institusi tersebut.
Sampai sekarang, dua versi ini berseberangan. Di satu sisi, ada pengakuan relawan lewat video yang viral. Di sisi lain, ada bantahan tegas dari petugas dan ancaman laporan balik dari institusinya. Yang jelas, publik kini menunggu titik terang dan klarifikasi yang dijanjikan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor