MURIANETWORK.COM, JAKARTA – Denda fantastis, Rp1 miliar, harus ditanggung seorang TikTokers asal Gowa. Akunnya, @Bambangmosaja, ketahuan menayangkan BYON Combat tanpa izin. Titik.
Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Siaran langsung ajang BYON Combat Showbiz Vol. 5 itu diputar secara ilegal, sebuah aksi pembajakan telanjang tanpa sedikitpun izin dari pemegang hak siar resmi.
Kemarahan pun meledak. Presiden BYON Combat, Yoshua Marcellos Muliardo atau yang akrab disapa Cellos, tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya. Dalam sebuah konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) lalu, ia menyoroti pelanggaran serius ini.
Menurutnya, akun dengan lebih dari 518.600 pengikut itu telah dengan sengaja menginjak-injak hak eksklusif platform Vidio. Peristiwa ini terjadi pada pertandingan 29 Juni 2025 silam.
Ceritanya berawal dari aduan warganet di media sosial. Suara-suara itu akhirnya bergulir serius, berlanjut ke proses hukum di Polda Metro Jaya.
Bagi Cellos, masalahnya jauh lebih dalam dari sekadar satu siaran bajakan. Tindakan seperti ini, terutama untuk konten Pay-Per-View (PPV), ibarat ancaman maut bagi industri combat sports yang sedang berjuang tumbuh di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
"Mohon maafnya saya terima. Tapi apa yang dilakukan itu pembunuh industri. Kalau ada toleransi sedikit pun, mati industrinya,"
tegas Cellos.
Artikel Terkait
Kemensos: 90% Bansos Reguler Tersalur, Rp632 Miliar Dikucurkan untuk Korban Bencana Sumatera
BRI Salurkan KUR Rp178,8 Triliun dan KPR Subsidi Rp16,6 Triliun Sepanjang 2025
Pemerintah Perpanjang Tenor Dana SAL hingga 2026, BRI Sambut Positif
John Tobing, Pencipta Lagu Darah Juang, Meninggal Dunia di Yogyakarta