Gedung Grand City Convention Hall di Surabaya ramai bukan main Rabu lalu. Itu hari terakhir Surabaya Industrial & Labour Festival 2026, dan hasilnya ternyata jauh melampaui ekspektasi. Bayangkan, nilai ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) kota itu berhasil menembus angka fantastis: 2,73 juta dolar AS. Padahal, target awalnya cuma satu juta.
Wali Kota Eri Cahyadi tak menyembunyikan kebanggaannya. Dalam keterangan tertulis Senin (13/4), ia menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa industri lokal tak pernah berhenti bergerak.
“Banyak yang tanya, gimana sih pergerakan industri Surabaya? Nah, ini buktinya,” ujar Eri.
“Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Angka yang sangat besar, dan jauh melebihi target kita. Ini menunjukkan industri Surabaya tidak diam. Menggeliat terus.”
Menurutnya, produk-produk lokal itu kini sudah menjangkau pasar enam negara. Di antaranya Oman, Amerika Serikat, hingga Hong Kong dan Singapura. “Insyaallah ada enam negara tujuan. Luar biasa prospeknya,” imbuhnya.
Di sisi lain, festival yang menggabungkan business matching dan job fair ini memang punya dampak ganda. Selain ekspor, tercatat 36 pelaku IKM berhasil naik kelas. Pemkot berjanji akan mendampingi mereka dan menjadikannya model percontohan.
“Alhamdulillah, 36 IKM naik kelas. Inilah yang terus kita genjot. Nanti akan kita jadikan contoh,” tegas Eri.
Hebatnya lagi, para IKM yang sudah sukses mengekspor ini rencananya akan dilibatkan sebagai mentor. Mereka diharapkan bisa membimbing pelaku usaha baru yang ingin mencoba peruntungan di pasar global.
“Yang sudah berhasil ekspor akan jadi mentor untuk adik-adik kita yang mau mulai ekspor,” tambahnya.
Tak cuma itu, skema pendampingan ekspor yang lebih rapi juga sedang disiapkan, khususnya untuk menarik minat anak muda. “Jadi buat yang mau ekspor, nggak perlu khawatir lagi. Akan ada pendampingan yang kita lakukan bersama pihak berwenang,” katanya.
Eri menegaskan, peran pemkot sebatas pendorong dan fasilitator. “Yang penting, apa yang kita lakukan selama ini pemerintah kota mensupport, mendorong sudah terbukti jalan. Soalnya, nggak selalu pemerintah harus ada di depan,” pesannya.
Bagaimana dengan lapangan kerja? Ternyata, gelaran job fair paralel di Balai Pemuda juga mencatatkan hasil signifikan. Sekitar 1.200 lowongan berhasil diisi oleh warga ber-KTP Surabaya.
Artikel Terkait
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas
Pengemudi Ojol dan Tukang Parkir di Pamulang Berdamai Usai Cekcok Soal Jaket
VinFast Perpanjang Program Sewa Mobil Listrik untuk Sopir Taksi Online di Indonesia dan Filipina