Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan penipuan siber yang cukup meresahkan. Modusnya? SMS blast phishing yang menyamar sebagai situs resmi e-Tilang. Tak tanggung-tanggung, sejumlah orang yang diduga terlibat sudah diamankan oleh petugas.
Menurut informasi yang beredar, kasus ini mulai terungkap sejak akhir tahun lalu. Kejaksaan Agung melaporkan temuan sejumlah tautan palsu yang mencatut nama instansi pemerintah pada Desember 2025. Laporan itulah yang kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber).
Namun begitu, ini bukan satu-satunya laporan. Penyidik juga menemukan kasus dengan pola serupa yang dilaporkan di Palu, Sulawesi Tengah. Dari sinilah penyelidikan mulai melebar.
Tim Dittipidsiber pun bergerak cepat. Hasil penyelidikan intensif mereka berbuah temuan yang cukup mencengangkan: ratusan tautan phishing dan sejumlah nomor telepon aktif yang dipakai untuk menyebarkan SMS jebakan itu. Jejak pelaku bahkan berhasil ditelusuri hingga ke Banten dan Jawa Tengah.
Bareskrim kemudian melakukan pengamanan. Mereka yang diamankan bukan hanya operator SMS blast, tapi juga pihak-pihak yang diduga menyediakan kartu SIM untuk aksi ini.
Barang bukti yang berhasil diamankan pun beragam. Mulai dari perangkat komputer, telepon genggam, puluhan SIM box, hingga kartu SIM dari berbagai operator. Tak lupa, beberapa rekening bank yang diduga terkait juga turut disita untuk kepentingan penyidikan.
Sebenarnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah sedikit mengungkap kasus ini di hadapan publik. Ia menyampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, awal pekan ini.
Artikel Terkait
KPK Periksa Enam Kades dan Ajudan Bupati Pati Terkait Pungli Rp 2,6 Miliar
Jelantah Bisa Ditukar Poin Belanja, Alfamart Pasang 100 Kotak Khusus
Ketika Berbuat Baik Bisa Berujung Jeruji: Alarm Sosial dari Kasus Hogi
Anggaran Rp808 Miliar Menganggur, Krisis Air Padang Dinilai Gagal karena Lambannya Respons Pemkot