PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang

- Selasa, 17 Maret 2026 | 20:50 WIB
PGJO Lepas Anak Usaha Pariwisata, Fokus Beralih ke Logistik dan Tambang

PT Bahtera Bumi Raya Tbk, atau PGJO, sedang bersiap untuk babak baru. Perusahaan ini baru saja mengumumkan rencana untuk melepas anak usahanya di bidang pariwisata. Ini bukan sekadar jual-beli saham biasa, melainkan bagian dari perubahan haluan bisnis yang cukup drastis. Mereka kini serius beralih ke sektor logistik dan tambang.

Rencananya, seluruh saham PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS) akan dijual kepada Steffen dan Hevy Yafanny. Masing-masing akan mendapatkan 10.000 lembar saham biasa. Pengumuman resmi ini disampaikan ke publik pada Selasa, 17 Maret 2026.

Untuk saat ini, kepemilikan PGJO di PTS terbilang dominan, mencapai 99,995 persen. Sisanya, hanya 0,005 persen, dipegang oleh Adi Putera Widjaja.

Manajemen PGJO berusaha menenangkan para investor. Mereka menegaskan bahwa langkah divestasi ini tidak akan mengguncang perusahaan. Operasional sehari-hari, kondisi keuangan, sampai aspek hukum dan kelangsungan usaha, semuanya dipastikan tetap aman dan tidak terganggu.

PTS sendiri dulu didirikan pada Februari 2022. Kehadirannya waktu itu punya misi jelas: mendukung ekspansi PGJO di dunia pariwisata.

Selama beberapa tahun belakangan, PGJO memang identik dengan bisnis teknologi, terutama lewat aplikasi travel marketplace bernama Pigijo. Tapi, tampaknya era itu akan segera berakhir.

Semuanya berubah setelah pengendali baru masuk. Strategi perusahaan pun dirombak total. PGJO kini punya ambisi untuk bertransformasi menjadi sebuah perusahaan induk, atau holding company, yang fokusnya bukan lagi pariwisata, melainkan logistik dan pertambangan.

Ambisi itu bukan sekadar wacana. Mereka sudah mulai eksekusi dengan membentuk beberapa anak perusahaan baru. Di Oktober 2025, misalnya, lahir PT Samudera Sejahtera Shipping dan PT Mega Mitra Marine. Keduanya digadang-gadang akan berkutat di bisnis logistik dan pelayaran.

Tak berhenti di situ, langkah ekspansi terus berlanjut. Pada Desember 2025, PGJO mendirikan dua entitas lagi: PT Niaga Batu Raya dan PT Niaga Nikel Raya. Dengan ini, komitmen mereka untuk menggarap sektor pertambangan semakin jelas terlihat.

Perubahan besar sedang terjadi di tubuh PGJO. Lepasnya PTS mungkin hanya awal dari serangkaian langkah transformasi yang akan terus menyita perhatian pasar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar