Sebuah pesawat tanker KC-135 milik Amerika Serikat jatuh di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas. Tak hanya itu, kapal induk USS Gerald R Ford juga dilaporkan mengalami kerusakan. Namun begitu, pihak AS dengan tegas membantah bahwa kedua insiden ini ada kaitannya dengan serangan dari Iran.
Menurut sejumlah saksi, kecelakaan udara itu diduga melibatkan dua pesawat. Dugaan sementara, mereka mungkin bertabrakan atau melakukan manuver yang terlalu berisiko. Pesawat kedua yang terlibat disebut-sebut berhasil mendarat dengan selamat. Situasi di lapangan memang masih simpang siur.
Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi di wilayah tersebut, telah mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengonfirmasi hilangnya pesawat pengisian bahan bakar itu.
"Komando Pusat AS mengetahui hilangnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS," bunyi pernyataan itu.
"Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung."
Pernyataan itu juga menegaskan satu hal penting: jatuhnya pesawat sama sekali bukan karena aksi tembakan. "Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu," tambah mereka, secara implisit menepis keterlibatan Iran.
Dilaporkan oleh Aljazeera, Jumat (13/3), upaya penyelamatan untuk menemukan awak pesawat masih terus digenjot. Sampai saat ini, belum ada kejelasan soal korban jiwa. Apakah ada yang selamat? Itu pertanyaan yang belum terjawab.
Di sisi lain, kabar soal kerusakan yang dialami kapal induk USS Gerald R Ford masih minim detail. Yang jelas, dua insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang memang sedang menyala-nyala. Meski militer AS bersikeras ini murni kecelakaan, kejadiannya tentu menambah suasana mencekam di kawasan itu.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, 7 Tewas dan 81 Luka-luka
Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 7 Orang, 81 Luka-Luka
Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru Ditangkap
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Stasiun Depok Baru