JAKARTA – Resident Evil Requiem benar-benar meledak. Hanya dalam dua minggu, game terbaru Capcom ini berhasil menembus angka penjualan fantastis: lebih dari enam juta kopi. Ini sekaligus mencatatkan rekor baru, menjadikan Requiem sebagai game Resident Evil tercepat yang mencapai pencapaian segitu.
Konfirmasi resmi datang dari Capcom lewat siaran pers Senin lalu. Angka itu, yang dicapai dalam waktu singkat, jelas bikin terkesima. Gim yang rilis pada 27 Februari itu tersedia di hampir semua platform utama PC, PS5, Xbox Series, dan Switch 2.
“Ke depannya, Capcom berencana untuk menerapkan beberapa langkah, seperti dukungan berkelanjutan dan konten tambahan, sehingga pemain dapat terus menikmati judul ini lebih lama,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Nah, kabar tentang konten tambahan ini bukan hal baru. Sebenarnya, minggu sebelumnya Capcom sudah buka suara kalau mereka sedang garap ekspansi cerita untuk Requiem. Mereka juga siapkan pembaruan lain, termasuk mode foto yang memang banyak ditunggu fans.
Sayangnya, untuk DLC cerita itu, belum ada tanggal rilis yang pasti. “Masih butuh waktu untuk menyiapkannya,” begitu kira-kira penjelasan mereka.
Di sisi lain, sambutan pemain luar biasa positif. Bahkan, dalam lima hari pertama saja, penjualannya sudah menembus lima juta. Kesuksesan ini tidak hanya secara komersial, tapi juga dapat pujian kritis. Di Metacritic, Requiem sekarang memegang gelar sebagai game dengan peringkat pengguna tertinggi sepanjang masa untuk franchise-nya.
Koshi Nakanishi, sang direktur game, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Atas nama tim pengembang, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kami yang tulus. Terima kasih banyak! Kami merilis pembaruan beberapa hari yang lalu untuk memperbaiki berbagai masalah, dan kami akan terus mengatasi bug serta masalah kinerja lainnya,” ujarnya.
“Kami berharap dapat terus memberikan dukungan pada Resident Evil Requiem untuk memenuhi sambutan positif yang diterimanya,” tambah Nakanishi.
Dari sisi gameplay, Requiem menawarkan sesuatu yang segar. Gim ini menampilkan dua protagonis: Grace Ashcroft, analis FBI, dan sang ikon, Leon S. Kennedy. Gaya bermain keduanya berbeda, menciptakan dinamika yang menarik. Alurnya sendiri adalah perpaduan pas antara ketegangan survival horror dan aksi yang seru. Sebuah formula yang, rupanya, berhasil memikat jutaan pemain dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Google Sediakan Fitur Bawaan Lacak, Kunci, hingga Hapus Data Ponsel Android yang Hilang
WhatsApp Bisa Diakses Tanpa Scan Kode QR, Pakar Ingatkan Risiko Penyadapan dan Pelanggaran Privasi
YouTube Batasi Akses Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia Patuhi PP Tunas
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa